comscore

BIG: 'Harta Karun' di IKN Nusantara Berpotensi Berlimpah

Fachri Audhia Hafiez - 11 Juni 2022 20:43 WIB
BIG: Harta Karun di IKN Nusantara Berpotensi Berlimpah
Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) M Aris Marfai dalam program Newsmaker Medcom.id.
Jakarta: Badan Informasi Geospasial (BIG) menilai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berpotensi memiliki 'harta karun' yang berlimpah. Harta karun yang dimaksud yakni berupa kekayaan sumber daya alam.

"Apakah mungkin harta karun di sana itu ada, harta karun dalam arti potensi sumber daya alam ya, bisa jadi ya dan bisa jadi banyak," kata Kepala BIG M Aris Marfai dalam program Newsmaker Medcom.id bertajuk 'Telisik Potensi Nusantara, Harta Karun di IKN', Sabtu, 11 Juni 2022.
Aris menjelaskan untuk mengetahui potensi itu dibutuhkan sebuah data berupa informasi geospasial dasar. BIG sudah memiliki data tersebut.

Lalu, dilanjutkan dengan informasi geospasial tematik untuk mengetahui pemetaan lebih jauh terkait sumber daya alam tersebut. Informasi geospasial tematik juga berguna untuk pemetaan seperti pertambangan, pariwisata, hingga pemanfaatan kawasan hutan.

"Misalnya tematik pertambangan, kehutanan, untuk mengetahui informasi tematik lebih detail ini tentu kita membutuhkan informasi geospasial dasar tadi. Masuknya dari mana, bentuknya seperti apa, pegunungan, perbukitan, lembah atau seperti apa, baru dari situ kita masuk untuk melakukan identifikasi potensi-potensi tadi yang disebut dengan harta karun," jelas Aris.

Baca: BIG: Titik Nol IKN Ditentukan Melalui Berbagai Kajian Cermat

Aris mengatakan untuk menggali informasi baru yang ada di IKN kini sudah lebih mudah. Sebelumnya, informasi seputar geospasial belum diketahui secara rinci.

Manfaat dari informasi geospasial dasar memudahkan menarik investor. Sehingga, investor akan lebih mudah memahami pemetaan yang berada di kawasan IKN.

"Itu tujuannya kalau ada kemudian misalnya investasi tergantung dari aksesibilitas selain misalnya faktor-faktor perizinannya, kan ada faktor yang spasial.  Jadi aksesbilitas potensi wilayahnya, kemudian konstelasi keruangannya seperti apa, nah itu," ujar Aris.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id