comscore

Aturan Pemerintah Sudah Cukup Cegah Omicron, Epidemiolog: Tinggal Implementasi

Antara - 24 Januari 2022 12:12 WIB
Aturan Pemerintah Sudah Cukup Cegah Omicron, Epidemiolog: Tinggal Implementasi
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan mengatakan aturan pemerintah untuk mencegah virus korona varian Omicron sudah cukup. Tinggal, bagaimana semua pihak mengimplementasikannya.

"Ikuti imbauan pemerintah. Pertama, tidak bepergian keluar negeri dulu. Kedua, segera vaksinasi. Ketiga, terapkan protokol kesehatan. Keempat, segera periksa RAT/PCR jika ada gejala atau kontak erat covid-19,” kata Iwan, Senin, 24 Januari 2022.
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi mengatakan kewaspadaan dan kehati-hatian harus menjadi kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19. Nurhadi mendukung pemerintah terus menggalakkan vaksinasi.

Menurut dia, kekebalan kelompok harus segera tercipta karena salah satu cara mencegah semakin meluasnya penyebaran virus. "Waspada bukan berarti takut dan panik, tetapi harus ditunjukkan dengan kepatuhan yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan protokol kesehatan serta berbagai larangan dan pembatasan aktivitas yang ditetapkan pemerintah," kata dia.

Nurhadi menilai imbauan pemerintah agar masyarakat menunda bepergian ke luar negeri merupakan kebijakan yang positif. Pemerintah pada Desember 2021 juga sudah melarang pejabat ke luar negeri. 

"Bila ada warga Indonesia yang tetap keluar negeri dengan alasan mendesak, tentu pemerintah juga ekstra ketat tanpa pandang pilih agar menerapkan proses karantina sesuai dengan aturan,” ujar dia.

Baca: 9 Warga Madiun Terkonfirmasi Positif Omicron

Dia berpendapat bahwa bahaya jika masyarakat lengah karena bisa menjadi klaster baru Omicron dan berlanjut menular melalui transmisi lokal. “Jangan sampai terjadi,” kata Nurhadi.

Dia menilai percepatan proses vaksinasi covid-19 harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak sampai ke desa-desa. Kebijakan lain seperti imbauan protokol kesehatan dan anjuran pola hidup sehat ini perlu ditekankan. 

"Pada dasarnya pertahanan terakhir kita adalah kekuatan imun. Omicron tidak lebih berbahaya dari varian Delta, tapi sekali lagi jangan lengah. Jangan meremehkan dan jangan panik serta tetap waspada,” katanya.

(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id