comscore

Imlek Tak Berhujan di Masa Pandemi

MetroTV - 03 Februari 2022 22:37 WIB
Imlek Tak Berhujan di Masa Pandemi
Lampion Imlek (Dok. Medcom)
Gong xi fa cai xin nian kuai le. Selamat Tahun Baru Imlek. Ini perayaan bertepatan dengan Shio Macan Air. Shio itu melambangkan dinamika dan sikap agresif. Pas seperti suasana hari ini. Di tengah kepungan pandemi Covid-19 situasi terasa penuh tantangan. Dibutuhkan keberanian bersemangat seperti macan untuk menghadapinya.

Ya. Selamat Tahun Baru Imlek saudaraku. Semoga Tahun Baru Imlek membawa kemakmuran dan kebahagiaan buat kita. Ucapan itu jamak di Kampung Pecinan. Kalimat tersebut bisa terucap dari orang-orang Tionghoa yang tengah bahagia merayakan hari istimewa itu. Bisa juga muncul dari tetangga lain etnis dan agama. Di Kawasan Petak Sembilan Glodok, misalnya, Imlek seperti memuncaki pergaulan sehari-hari di antara warga yang majemuk. Bedanya, Imlek tahun 2022 ini pergaulan terbatasi oleh pandemi.   
Selamat tahun baru imlek semoga kita diberi kemakmuran dan kebahagiaan. Ucapan tersebut seakan menjadi tradisi bagi pemeluk agama Konghucu yang sedang merayakan tahun baru imlek. Imlek 2022 yang dimulai pada tanggal 1 Februari 2022 adalah  Tahun dengan shio macan air (Ren Yin). Macan air artinya dinamis dan terkenal  agresif, sehingga pada tahun ini kita akan berada dalam situasi yang penuh tantangan dan membutuhkan kekuatan serta keberanian untuk menghadapinya.

Perayaan Imlek pada 1 februari 2022 ini memang dibayang-bayangi pandemi yang belum berlalu. Di Vihara Buddha Dharma (Buddha Tidur) dan 8 Pho Sat, Bogor suasana di hari bahagia ini tampak sepi. Hanya terlihat beberapa orang yang datang untuk sembahyang. Salah satu pengunjung bernama Ade mengatakan “Saya bersama keluarga datang malam hari untuk menghindari keramaian akibat virus corona. Jadi kita harus lebih waspada.” 

Ade tidak menampik jika Shio Macan Air pada Imlek tahun ini membuatnya sigap menghadapi keadaan. Hanya saja, imbuh Ade, Mengenai Tahun Macan Air, Ade menanggapi bahwa dengan sifat macan Air susah ditebak. Semoga aneka peristiwa bencana alam yang kerap datang tiba-tiba tidak lagi sering terjadi, ungkap Ade. 

Benarkah sifat Macan Air susah ditebak? Ini perkara menarik. Imlek tahun ini tiba di awal Februari. Awan musim hujan Desember-Januari masih juga kerap memayungi Bogor maupun Jakarta ketika Februari tiba. Sesekali menumpahkan hujan, lain kali sekadar lewat membawa warna hitamnya yang menggunung. Lalu terjadilah peristiwa ini. Hari-hari menuju Imlek didahului rangkaian hujan kecil. Ketika Imlek tiba, hujan berlalu. Langit pun bersusulan dengan cuaca cerah dan awan tipis. Apakah ini pertanda tidak baik?

Bagi orang Tionghoa, Imlek sesungguhnya merupakan Hari Kebudayaan. Imlek pun jatuh tepat pada saat berlangsung musim hujan. Di Cina Daratan, Imlek menandai bermulanya musim tanam, seiring dengan datangnya musim hujan. Peristiwa turunnya hujan pada tahun baru Imlek memiliki makna filosofis. Masyarakat Tiongkok meyakini hujan membawa berkah. Imlek pun menyatukan semua warga Tionghoa dari segala suku, agama, kelas sosial dan aliran politik memasuki tahun kehidupan yang baru. Bersama hujan berkah dari langit ikut turun ke bumi. Di seberang Imlek bahagia telah menjelang. 

Pengurus Buddha Dharma dan 8 Pho Sat Bogor, Franky Vihara, memiliki tafsir sendiri tentang hujan yang tak datang. Franky menyebut perubahan iklim global pangkal penyebabnya. Franky membandingkan dengan terjadinya fenomena turun salju di negeri Arab. Natal tanpa salju menurutnya juga mungkin bisa terjadi di Barat. Anomali cuaca baginya tidak mengurangi keagungan Imlek. "Di Tahun macan air ini kami berharap virus corona dapat selesai tahun ini juga. Itu doa kami," ujarnya.  

Tentang binatang Macan, warga Tionghoa memandangnya sebagai tanda keberuntungan. Dalam kepercayaan tradisional Tionghoa, Shio Macan menandakan kemampuan untuk selalu bisa menemukan jalan keluar. Hanya saja, energi macan cenderung cepat hilang. Ini menandakan bahwa keberuntungan bisa berubah cepat jika situasi berubah drastis. Jadi, pandai-pandailah menggunakan energi macan untuk bisa memetik keuntungan, atau menghindari masa-masa sulit.

Pada Shio Macan Air, ada dimensi yang khusus. Air di situ diartikan mampu mematikan api. Air bisa mendinginkan daya energi macan yang meluap berapi-api. Semangat Macan yang membara dan ketenangan air yang membawa sikap bijak merupakan perpaduan yang menguntungkan. Dalam Shio Macan Air, memadukan antara stabilitas dan tindakan agresif merupakan pelajaran moral yang penting. 

Apa makna Shio Macan Air bagi situasi Indonesia hari ini? Mungkin tak perlu rumit menjawabnya. Shio Macan Air melambangkan pada tahun ini Indonesia akan masih menghadapi beragam masalah. Merebaknya Kembali Virus Covid-19 varian omicron adalah contohnya. Pada 30 Januari 2022 GISAID mencatat kasus omicron Indonesia meningkat menjadi 2.507 kasus. Itu artinya, dalam waktu sepekan terjadi kenaikan 89,9 persen. Peningkatan jumlah kasus positif terus terjadi.

Takwil atau tafsiran lain dari Shio Macan Air juga penting diwaspadai. Indonesia masih akan diwarnai gonjang ganjing berkaitan urusan politik, ekonomi, SARA dan lain-lainnya. Namun dengan sifat dari Shio Macan Air yang agresif tetapi memiliki sifat bijak bisa membawa dampak yang baik. Segudang masalah akan berangsur cair dan menemukan jalan keluar.

Kita berharap Perayaan Imlek tahun ini mengajarkan sikap gigih dan optimis. Selalu ada jalan keluar bagi setiap masalah yang dihadapi bangsa kita. Shio Macan Air akan membimbing kita. (Mef)

(WIN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id