Keluarga Korban Lion Air Harapkan Atensi Pemerintah

    Candra Yuri Nuralam - 26 Februari 2019 13:43 WIB
    Keluarga Korban Lion Air Harapkan Atensi Pemerintah
    Petugas gabungan memindahkan puing-puing pesawat Lion Air JT 610 ke dalam truk milik KNKT di Dermaga JICT 2,Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto: MI/Ramdani.
    Jakarta: Pemerintah diharap turun tangan dalam penanganan pembayaran asuransi korban pesawat Lion Air PK-LQP. Pasalnya, hingga saat ini, Lion masih belum membayarkan uang asuransi untuk keluarga korban. 

    "Saya harap pemerintah jangan melihat saja, bantu kami di sini, beri kami solusi," kata keluarga korban, Abdul Rahman, kepada Medcom.id, Selasa, 26 Februari 2019.

    Menurut dia, seharusnya Lion Air membayarkan uang asuransi sejak lama. Namun, hingga kini, kata dia, baru sebagian saja yang menerima.

    Uang yang menjadi asuransi sebanyak Rp1,25 miliar. Uang itu belum termasuk biaya pemakaman sebanyak empat juta.

    "Baru 30 orang yang dibayar. Itu belum setengahnya dari korban. Yang lain sama sekali belum menerima," ujar Abdul.

    Lion Air, kata dia, sampai saat ini selalu mengulur waktu pencairan asuransi dengan banyak alasan. Keluarga korban pun menyayangkan sikap ini.

    "Dulu sempat ada omongan dari sana (Lion). Tapi sekarang dipersulit terus sama mereka, tersangkut masalah bagasilah kata mereka," tutur Abdul.

    Abdul dan beberapa korban lain ingin meminta bantuan pemerintah untuk memberikan kepastian bagi keluarga. Pemerintah diharap bisa menjadi penengah.

    "Besok rencana kami mau ke Menko (Menteri Koordinator) Maritim (Luhut Binsar Panjaitan), mau minta bantuan ini kepastiannya bagaimana. Waktu kami juga semakin sedikit," jelas Abdul.

    Pesawat Lion Air PK-LQP dari Bandara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober sekitar. Pesawat itu mengangkut 189 orang. 

    Baca: Keluarga Bersikeras Bertahan hingga Korban Ditemukan

    Sebanyak 125 korban telah teridentifikasi. Korban yang sudah teridentifikasi telah dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, 64 penumpang belum teridentifikasi.

    Keluarga dari 64 korban Lion Air PK-LQP yang belum teridentifikasi masih menunggu kabar dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Mereka berharap bisa pulang membawa korban.

    Selama menunggu korban ditemukan, Lion Air memberikan fasilitas penginapan bagi keluarga korban. Namun, Lion Air berencana memutuskan bantuan penginapan bagi mereka. 

    Di sisi lain, para keluarga korban enggan meninggalkan posko sebelum jasad korban teridentifikasi. "Kami di sini sampai korban teridentifikasi," kata Tuti yang kehilangan anak sulungnya, Irfanul Fiantoro, di Hotel Ibis Slipi, Jakarta Barat, Kamis, 24 Januari 2019. 




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id