PT Kereta Api Indonesia

    Naik Kereta Api Kini Makin Nyaman

    Anggi Tondi Martaon - 24 Juli 2019 12:01 WIB
    Naik Kereta Api Kini Makin Nyaman
    Sejak 2009, PT KAI meningkatkan mutu dan pelayanan dengan memodernisasi sistem pertiketan, menyediakan aplikasi KAI Access, peremajaan sarana, serta memperbaiki prasarana dan fasilitas pelayanan di seluruh stasiun (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
    Jakarta: Kota Malang di Jawa Timur kaya akan destinasi wisata. Ada begitu banyak destinasi yang bisa dikunjungi di daerah beriklim sejuk tersebut.

    Wilayah berjulukan Kota Apel ini bahkan berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), dikunjungi hampir lima juta wisatawan domestik dan mancanegara sepanjang 2018.

    Saya jadi makin tertarik berkunjung ke Malang. Terlebih sudah lama tidak liburan, rasanya mengasingkan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari akan sangat menyenangkan. 

    Perjalanan saya ke Malang dimulai pada Kamis, 18 Juli 2019 sore. Harapannya, bisa memiliki waktu lebih di Malang dan cukup cuti sehari. Beberapa teman pun menyarankan agar menggunakan moda transportasi kereta, karena harga tiket pesawat cukup mahal. Beruntung, tiket Kereta Api Gajayana tujuan Malang masih tersedia.

    Pada hari keberangkatan, saya sudah berada di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada 16.30 WIB. Jadwal keberangkatan yang tertera di tiket 17.45 WIB. Sambil menunggu jadwal keberangkatan, saya menyempatkan mencari penginapan strategis di Malang.

    Tengah asyik menggunakan gawai, tiba-tiba terdengar suara petugas infromasi menginstruksikan agar penumpang Gajayana segera menaiki kereta. "Kereta Gajayana tujuan Malang sudah tersedia di peron 3," kata petugas, melalui pengeras suara.

    Proses check in di Stasiun Gambir cukup cepat. Tidak terlihat antrean panjang. Petugas hanya memindai tiket sambil mencocokkan data penumpang dengan KTP atau kartu identitas lainnya. Setelah itu, penumpang bisa langsung memasuki kereta. Setelah meletakkan tas di bagasi dan duduk, tepat pukul 17.45 WIB kereta berangkat.

    Naik Kereta Api Kini Makin Nyaman
    Suasana di dalam kereta Gajayana (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

    Keberadaan gawai sangat bermanfaat mengisi waktu selama di perjalanan. Tanpa pikir panjang, sejumlah video youtube yang saya download di kantor, salah satunya The Soleh Solihun Interview: Ari Laso berdurasi 2.07.58 itu langsung saya putar tanpa henti. Tak terasa, perbincangan yang diakhiri karena Ari Laso harus pamit karena ingin makan malam bersama keluarga itu sudah membuat saya berada di Cirebon, Jawa Barat. 

    Kereta berhenti selama 10 menit di Cirebon karena proses menurunkan penumpang. Sambil meluruskan pinggang, saya merokok. Namun, rokok yang dihisap terasa tidak senikmat biasanya. Mungkin ini karena perut mulai lapar. Saat perjalanan dilanjutkan, saya pun bertanya kepada petugas kebersihan yang berjaga di dekat kantin. 

    "Ke belakang pak, tiga gerbong ke belakang," kata Slamet, petugas kebersihan, sambil menunjukkan arah dengan tangannya.

    Setelah melewati beberapa gerbong, saya tiba di ruang kantin. Seorang pramusaji tampak luwes menawarkan berbagai jenis makanan.

    Naik Kereta Api Kini Makin Nyaman 
    Penumpang memesan makanan (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

    Saya mengamati menu makanan di tangan. Ada aneka nasi goreng, nasi bakar, nasi sapi, dan ayam geprek. Beragam makanan pembuka juga tersedia.

    Saya lalu memesan nasi rames. Menu nasi rames ini lengkap. Ada telur, ayam balado, perkedel kentang, tempe orek, serundeng, dan sambal bawang. Untuk minuman, saya memilih teh kemasan. Total harga makanan dan minuman tersebut Rp45 ribu.

    Awalnya saya ingin kembali ke kursi karena tidak ada meja yang kosong. Wajar, mungkin karena sudah jam makan, maka tak heran kantin kereta dipenuhi penumpang. Namun, setelah makanan dipanaskan ada satu space kosong yang baru saja ditinggalkan. Saya pun langsung menuju ke sana dan bergabung dengan penumpang lain yang tengah makan.

    "Permisi pak, izin gabung pak," tanya saya kepada pria paruh baya berkemeja putih itu. "Oh, silakan," katanya, sambil menyantap hidangan.
     
    Naik Kereta Api Kini Makin Nyaman
    Menu makanan di kereta Gajayana (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

    Ternyata, lelaki di depan saya ini merupakan salah satu pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI). Terlihat dari tanda di seragam yang digunakannya. Saya pun iseng menanyakan kenapa tidak ada ruang merokok. "Karena tidak ingin mengganggu kenyamanan penumpang lain, mas," kata pria yang bernama Alfi tersebut.

    Pria yang diangkat sebagai pegawai PT KAI  sejak 2001 itu menyebutkan, dahulu sempat diperbolehkan merokok di dalam rangkaian kereta. Namun, sejak dipimpin oleh Ignasius Jonan, perusahaan kereta pelat merah ini berupaya meningkatkan pelayanan dengan membuat sejumlah aturan tegas. 

    Selain larangan merokok, pedagang asongan tak diperbolehkan berjualan di dalam gerbong kereta. Penjual makanan dan minuman digantikan petugas resmi KAI.

    Alfi mengungkapkan, upaya memperbaiki layanan tersebut memang tidak mudah. Banyak pro dan kontra, terutama pedagang asongan. Mereka merasa dirugikan akibat kebijakan tersebut. "Bahkan, dahulu kereta sering dilempari karena mereka tidak terima," katanya.


    Peningkatan Mutu Pelayanan


    Sejak 2009, PT KAI meningkatkan mutu dan pelayanan. Serangkaian perubahan yang dilakukan ialah memodernisasi sistem pertiketan, menyediakan aplikasi KAI Access, peremajaan sarana, memperbaiki prasarana dan fasilitas pelayanan di seluruh stasiun, dan membentuk layanan Contact Center 121.

    PT KAI juga melakukan beberapa inovasi lainnya, yaitu membuat Rail Clinic, e-boarding pass, ticket vending machine, transaksi cashless pembelian tiket, pembenahan konektivitas antarmoda di stasiun, dan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di stasiun-stasiun melalui sinergi BUMN. 

    Upaya perbaikan layanan kereta api ini akhirnya membuahkan hasil. Jumlah penumpang meningkat. Kereta api pun menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat.

    Naik Kereta Api Kini Makin Nyaman 
    (Foto:MI/Galih Pradipta)

    Sejak 2012 hingga 2017 tercatat pertumbuhan volume penumpang meningkat rata-rata sebesar 13,2 persen dan pertumbuhan pendapatan sebesar 19 persen. 

    Transformasi yang dilakukan PT KAI juga mengantarnya meraih penghargaan Transformation Achievement dari Asosiasi Contact Center World (CCW) pada 2017.

    Soal kenyamanan di kereta ini memang saya rasakan sendiri. Salah satu yang mencolok yakni kebersihan toilet sangat terjaga dan tidak bau. Selain membuka jendela kecil untuk mengalirkan udara, petugas kebersihan selalu membersihkan lantai kamar mandi setelah digunakan penumpang.

    Tak terasa perjalanan yang ditempuh sudah lima jam lebih. Kereta berhenti sejenak di Stasiun Purwokerto, pukul 22.23 WIB. Setelah menurunkan dan menaikkan penumpang, perjalanan kembali dilanjutkan. Lampu gerbong pun diredupkan agar penumpang bisa tidur.

    Saya pun tertidur. Tak lama, suara gaduh di sekitar gerbong membangunkan saya. Ternyata beberapa penumpang hendak bersiap turun di Stasiun Kediri. Tak terasa, satu malam di kereta terlewatkan dengan baik dan bisa beristirahat. Meski tak senyaman kasur di rumah, tidur di kereta cukup memuaskan. 

    Setelah aktivitas menurunkan penumpang, perjalanan kereta dilanjutkan. Namun, kali ini hiburan selama perjalanan tidak lagi gawai. Ada yang lebih menarik, yaitu pemandangan sekitar yang didominasi areal persawahan dan perkebunan jagung. Mata ini seakan dimanjakan dengan lukisan alam yang didominasi warna hijau tersebut.

    Naik Kereta Api Kini Makin Nyaman
    Pemandangan di perjalanan menuju Malang (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
     


    Tak terasa, perjalanan pun semakin mendekati tujuan. Pemberhentian terakhir Kereta Api Gajayana adalah Stasiun Malang Baru. Seluruh penumpang pun berkemas dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Pukul 09.08 WIB, kereta berhenti di Stasiun Kota Malang Baru. Silih berganti penumpang turun dibantu porter yang sudah menunggu di peron.

    Awan mendung menyelimuti Kota Malang. Namun, saya tetap berharap tidak hujan agar tidak menghambat rencana berlibur. Segera setelah keluar stasiun, saya langsung menuju hotel di Kedaung. Letakkan barang dan mulai menjelajah keindahan alam di Malang.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id