Berita Populer Nasional: Pembaiatan Teroris dan Munarman Hingga WNA Dilarang Masuk Indonesia

    Githa Farahdina - 09 Februari 2021 08:08 WIB
    Berita Populer Nasional: Pembaiatan Teroris dan Munarman Hingga WNA Dilarang Masuk Indonesia
    Kutipan layar pengakuan Muhammad Fikri/Istimewa



    Jakarta: Nama mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) belakangan dikait-kaitkan dengan aktivitas terduga teroris. Baru-baru ini, pengakuan itu diungkap terduga teroris Muhammad Fikri Oktaviadi.

    Fikri ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 6 Januari 2021. Ia ditangkap karena pernah mengikuti baiat di Pondok Sudiang pada 2015.

    “(Pembaiatan) dihadiri ustaz Basri pemimpin acara, ustaz Fauzan penerbit buku, ustaz Munarman Panglima DPP FPI yang mewakili FPI, dan ustaz Mustar sebagai moderator,” ujar Fikri melalui video yanng tersebar via WhatsApp, Senin, 8 Februari 2021.

    Tak hanya Munarman, beberapa simpatisan FPI ikut dalam pembaiatan. Fikri menyebut beberapa nama simpatisan organisasi yang sempat dipimpin Muhammad Rizieq Shihab itu.

    “Ada simpatisan FPI juga yang saya kenal, yaitu Emil, Rayhan, Imran, Yamal, Daeng Subuh, Daeng Manaik, ustaz Abdul Rahman, dan ustaz Agus,” beber Fikri.

    Baca: 
    Lagi, Terduga Teroris Mengaku Pembaiatan Dihadiri Munarman

    Pengakuan serupa juga sempat disampaikan Ahmad Aulia yang mengikuti pembaiatan massal ISIS pada 2015. Ia ditangkap di hari yang sama dengan Fikri. Nama Munarman pun keluar dari pengakuan Ahmad.

    Berita soal terduga teroris dan Munarman menjadi informasi paling dicari pembaca Kanal Nasional Medcom.id. Di sisi lain, publik juga masih mencari tahu kabar seputar covid-19.

    Pemerintah menutup seluruh akses masuk warga negara asing (WNA) ke Indonesia mulai 9-22 Februari 2021. Larangan muncul seiring diterapkanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

    “Penerapan protokol dan pengaturan bagi pelaku perjalanan internasional yaitu larangan memasuki wilayah Indonesia bagi WNA,” tegas Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin, 8 Februari 2021.







    Baca: WNA Dilarang Masuk Indonesia Selama PPKM Mikro

    Namun, kebijakan tak berlaku bagi pemegang visa diplomatik dan izin tinggal dinas. WNA pemegang izin tinggal diplomatik, kartu izin tinggal terbatas (KITAS), dan kartu izin tinggal tetap (KITAP), juga masih bisa memasuki Indonesia. Terpenting, protokol kesehatan berupa pengecekan dokumen, tes usap, dan karantina, harus diikuti.

    Berita-berita soal keterlibatan eks pentolan FPI Munarman dan covid-19 bakal selalu diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan informasi terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.



    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id