Tantangan Dampak Rokok dan Harapan Perlindungan Anak dari Revisi PP Nomor 109 Tahun 2012

    Medcom - 04 Februari 2021 20:29 WIB
    Tantangan Dampak Rokok dan Harapan Perlindungan Anak dari Revisi PP Nomor 109 Tahun 2012
    Ilustrasi-Pixabay



    Jakarta: Tantangan pandemi covid-19 tidak hanya berdampak pada isu sosial terhadap anak, tetapi juga pada isu kesehatan, utamanya rokok. Anak-anak menjadi kaum yang paling rentan karena mereka berada di rumah yang berpotensi terpapar asap rokok serta iklan dan promosi rokok di media sosial.

    Sebelum pandemi saja, menurut data Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) pada 2018, ada sebanyak 40 juta anak di bawah 5 tahun merupakan perokok pasif. Sedangkan berdasar survei Global Youth Tobacco Survey (GYTS) pada 2019, sebanyak 57,8 persen anak Indonesia terpapar asap rokok di rumahnya.






    Apalagi di saat pandemi terjadi, potensi anak terpapar rokok akan sangat tinggi. Pihak yang paling banyak memberikan sumbangsih paparan asap rokok terhadap anak di rumah ialah orang tua anak itu sendiri. Tidak sedikit orang tua Indonesia merokok di dekat anaknya, bahkan yang berusia balita.

    Dampak kesehatan bagi anak-anak yang menjadi perokok pasif sangat besar di mana paparan asap rokok yang terus menerus pada anak berpotensi menghambat hak anak untuk tumbuh dan berkembang optimal. Seseorang yang terpapar asap rokok dari perokok aktif bisa menyebabkan penyakit serius hingga kematian.

    Belum lagi, peluang anak untuk membeli rokok menjadi semakin mudah. Sebab, selain harga rokok murah, waktu luang anak di rumah lebih banyak. Pengawasan orang dewasa, baik orang tua hingga guru, semakin berkurang.

    Selain itu, dampak serius lainnya adalah anak-anak yang di masa pandemi covid-19 banyak melakukan aktivitas belajar dari rumah berpotensi terpapar iklan dan promosi rokok yang masif di media sosial. Jika kondisi ini terus dibiarkan, harapan jumlah perokok anak turun semakin sulit tercapai.

    Selama 10 tahun terakhir, prevalensi merokok penduduk usia anak 10-18 tahun naik mencapai 9,1 persen pada 2018. Jika tidak ada upaya serius, maka pada 2030 jumlah perokok anak akan mencapai 15,8 juta atau 15,91 persen.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id