BPOM: Tak Ada Laporan Efek Samping Vaksin Sinovac di Bandung

    Fachri Audhia Hafiez - 17 November 2020 19:44 WIB
    BPOM: Tak Ada Laporan Efek Samping Vaksin Sinovac di Bandung
    Ilustrasi BPOM. MI/Ricky Julian
    Jakarta: Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) menyebut tidak ada efek samping dari uji klinik vaksin Sinovac yang bekerja sama dengan PT Bio Farma (Persero). Uji klinik dilakukan di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat.

    "Aspek keamanan dan khasiat uji klinik yang dilakukan di Bandung tidak ada laporan efek samping serius," kata Kepala BPOM Penny K Lukito saat rapat kerja (raker) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

    Penny mengatakan pihaknya terus mengawal vaksin Sinovac yang dikembangkan di Indonesia untuk mendapatkan izin penggunaan situasi darurat atau emergency use authorization (EUA). Pendampingan dari cara produksi obat yang baik hingga sarana fasilitas.

    (Baca: Indonesia Buka Peluang Beli Vaksin Covid-19 dari AS)

    BPOM juga telah menyambangi fasilitas produksi produsen vaksin Sinovac di Tiongkok. Penny memastikan telah memperoleh data yang dipercaya.

    "Untuk dikaitkan dengan mutu sudah tidak masalah, kita menunggu aspek keamanan dan khasiat," ucap Penny.

    Sebanyak 1.620 subjek atau relawan di Bandung telah disuntik dosis vaksin Sinovac pertama pada 6 November 2020. Kemudian, 1.603 subjek pada dosis kedua, 1.520 untuk periode monitoring, dan 17 subjek tercatat drop out.

    "Walaupun itu (subjek drop out) tidak signifikan," ucap Penny.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id