Jemput Pekerja Migran, Kepala BP2MI Pastikan Tanggung Perawatan

    Medcom - 20 Februari 2021 15:41 WIB
    Jemput Pekerja Migran, Kepala BP2MI Pastikan Tanggung Perawatan
    Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani sempat meneteskan air mata saat menjemput kepulangan tiga Pekerja Migran yang mengalami sakit dari Taiwan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten. Foto: Humas BP2MI
    Jakarta: Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memastikan menanggung biaya perawatan tiga pekerja migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan dari Taiwan. Ketiga PMI itu diketahui sakit dan perlu perawatan intensif.
     
    Kepala BP2MI Benny Ramdhani mengatakan pekerja migran merupakan pahlawan devisa yang harus diperlakukan secara terhormat.
     
    "Bapak Ibu tidak usah khawatir soal biaya perawatan, semua ditanggung negara. Saya ingin Bapak Ibu cepat sehat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga di rumah," kata Benny saat menjemput tiga pekerja migran di Lounge PMI Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat, 19 Februari 2021.
     
    Benny tidak sanggup menahan air matanya saat melihat kondisi ketiga PMI dan mendengar cerita para pekerja itu. Ketiganya sakit keras dan harus mendapat perawatan.
     
    Eni Neni Waryuni, asal Indramayu, Jawa Barat, menderita kanker payudara. Ia sempat menjalani perawatan dan kemoterapi di EDCH Hospital, sejak 23-25 November 2020 dan 7 Desember 2020 serta 16-22 Januari 2021. Selama di Taiwan dia ditampung di Taiwan Labor Rights Care Association (LCC) Kaohsiung. Eni berharap mendapat perawatan lanjutan.
     
    Hal serupa dialami Siti Sumarni asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Ia sakit Acute Myeloid Lymphoma (AML) atau Leukimia Myeloid Akut. Siti menjalani perawatan dan kemoterapi di National Taiwan University Hospital selama 55 hari, sejak 23 Desember 2020-17 Februari 2021. Siti diperbolehkan meninggalkan rumah sakit dan pulang ke Indonesia.
     
    Sementara itu, Arif Hidayat asal Planjan Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah. Mengalami luka bakar saat bekerja di Home Industry pembuatan tangki air.
     
    Arif yang sedang mengecat bagian dalam tangki tiba-tiba pingsan karena menghirup aroma cat dalam waktu lama. Majikan mencoba membantu dengan masuk ke dalam tangki, tetapi ikut pingsan.
     
    Rekannya mencoba membantu menolong dengan mengelas tangki untuk membuat lubang, namun percikan api mengenai campuran cat yang mengakibatkan tangki meledak. Arif dan majikannya langsung dibawa ke Kaohsiung Hospital untuk mendapatkan perawatan. Arif Hidayat mengalami luka bakar 47 persen sedangkan majikannya 80 persen.
     
    Pada 17 Oktober, Arif dipindahkan ke RS NCKU Taiwan dan operasi pembersihan kulit sebanyak tiga kali. Selanjutnya Arif dipindah ke shelter khusus WNIO KDEI Taipei untuk rawat jalan sampai dipulangkan ke Indonesia.
     
    Para pekerja migran Indonesia itu dipastikan telah menerima seluruh hak-haknya dan biaya kepulangannya ditanggung oleh pengguna.
     
    Setibanya di Tanah Air ketiga pekerja tersebut juga langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, diantar Kepala BP2MI Benny Ramdhani untuk perawatan lebih lanjut.
     
    Benny mengakui dulu pekerja migran banyak terlantar. Namun, sejak ada lounge PMI yang diresmikan 18 Desember 2020, para PMI yang pulang bisa menikmati lounge, jalur cepat, dan berbagai fasilitasi lainnya di Bandara Soekarno Hatta.
     
    "Semua PMI berhak menikmati ini. Agar tidak berdesakan dan antri panjang. Mereka juga bisa beristirahat di lounge sambil menunggu keluarga yang menjemput," kata Benny.
     

    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id