Ari Kuncoro Mundur dari Wakil Komisaris BRI, Netizen: Kapan Mundur dari Rektor UI?

    Adri Prima - 22 Juli 2021 14:16 WIB
    Ari Kuncoro Mundur dari Wakil Komisaris BRI, Netizen: Kapan Mundur dari Rektor UI?
    Rektor UI Ari Kuncoro. Foto: Medcom.id/Humas UI



    Jakarta: Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro akhirnya melepas jabatannya sebagai
    Wakil Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI) setelah ramai ditentang masyarakat luas.

    Bank BRI sendiri telah menerbitkan surat perihal keterbukaan informasi dengan nomor surat B.118-CSC/CSM/CGC/2021. Dalam surat tersebut, Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro mengajukan pengunduran diri. 

     



    "Kementerian BUMN telah menerima surat pengunduran diri Sdr. Ari Kuncoro dari jabatannya selaku Wakil Komisaris Utama/ Komisaris Independen Perseroan per tanggal 21 Juli 2021," demikian isi tulis surat tersebut, Kamis, 22 Juli 2021. 

    Meski demikian, keputusan Ari yang merelakan jabatan wakil komisaris nyatanya tidak cukup bagi sebagian netizen. Faktanya, masih banyak warganet yang nyinyir terhadap Ari Kuncoro. 

    Ada yang menuding Ari mempermainkan Jokowi yang sudah rela merevisi Statuta UI, bahkan ada pula yang meminta Ari Kuncoro juga mundur dari kursi Rektor Universitas Indonesia. 

    "Kalau akhirnya mundur, ngapain pula @jokowi harus mengubah PP untuk Statuta UI? Rektor UI mempermainkan komitmen presiden ini mah," kata @Donadam68.

    "Kenapa nggak mundur dari rektor aja, bismillah komisaris," tulis @imfahmialfandi.

    "HAHAHAHAH... Revisi Jokowi malah dilepehin," timpal @herditiya1.

    "Akhirnya dia mundur dari Wakil Komisaris Utama BRI... Jadi kapan nih mundur dari Rektor UI nya?" tanya @zahra_02.

    Sebelumnya, polemik rangkap jabatan rektor Universitas Indonesia yang juga menjadi Wakil Komisaris di BRI ditentang banyak pihak. Mulai dari masyarakat umum, politisi, hingga kalangan akademisi. 

    Alih-alih diminta mengundurkan diri dari jabatan wakil komisaris, rangkap jabatan rektor UI tersebut justru mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta Universitas Indonesia. Adapun pasal yang direvisi terdapat pada pasal 35 huruf C.

    Pada Pasal 39 PP 75 Tahun 2021, terdapat perubahan terkait rangkap jabatan bagi rektor dan wakil rektor, sekretaris universitas, dan kepala badan. Poin C Pasal 39 menyebut rangkap jabatan dilarang (hanya) untuk posisi direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau daerah (BUMD) maupun swasta. Artinya rektor dan wakil rektor boleh rangkap jabatan selain posisi direksi.

    Fenomena rangkap jabatan rektor UI membuat netizen menganggap Ari Kuncoro sebagai sosok yang 'sakti' sampai-sampai sang Presiden pun rela merevisi aturan. Tak ayal, beragam olok-olokan netizen untuk Ari Kuncoro tersebar luas di media sosial khususnya Twitter. 

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id