Urunan Masyarakat untuk Penanganan Korona Mencapai Rp83 Miliar

    Cindy - 08 April 2020 07:49 WIB
    Urunan Masyarakat untuk Penanganan Korona Mencapai Rp83 Miliar
    Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. DOK BNPB
    Jakarta: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerima banyak bantuan dana dari masyarakat. Dana terkumpul mencapai Rp83 miliar hingga Selasa, 7 April 2020.

    “Kami sudah menerima dari seluruh lapisan masyarakat dalam membantu sesama menyelesaikan masalah covid-19,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Selasa, 7 April 2020.

    Yuri memerinci dana yang terkumpul melalui rekening dalam negeri Rp27,9 miliar. Sementara dalam bentuk donasi mencapai Rp55 miliar. Adapun dana tambahan yang masuk melalui rekening luar negeri Rp121,1 juta.
     
    "Pemerintah mengapresiasi dukungan masyarakat karena upaya melawan covid-19 bukan berjalan sendiri tapi diperlukan peran serta masyarakat," ucap Yuri.

    Gugus Tugas juga mencatat jumlah relawan mencapai 17.616 orang. Terdiri dari relawan medis 3.326 orang dan non medis 14.290 orang.

    Urunan Masyarakat untuk Penanganan Korona Mencapai Rp83 Miliar

    Sebelumnya, pemerintah menambah pembiayaan penanganan pandemi korona di APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun. Rinciannya, Rp75 triliun untuk anggaran kesehatan, Rp110 triliun untuk perlindungan sosial.

    Kemudian, Rp75,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat dan Rp150 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional. Program pemulihan ekonomi nasional meliputi restrukturisasi kredit dan penjaminan pembiayaan dunia usaha terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

    Penambahan belanja negara untuk penanganan covid-19 itu juga menambah defisit APBN 2020 hingga 5,07 persen. Sejumlah cara dilakukan untuk menutupi defisit anggaran.

    Pemerintah merealokasi anggaran kementerian/lembaga, sisa anggaran lebih, dana abadi, dana yang disimpan di badan layanan umum. Kemudian dana yang sebelumnya dialokasikan untuk penyertaan modal negara hingga menerbitkan surat utang negara (SUN) atau Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

    (Baca: Pemerintah Siapkan Rp405,1 Triliun untuk Penanggulangan Korona)



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id