BPOM Beberkan Temuan dalam Uji Klinis Obat Covid-19 Unair

    Sri Yanti Nainggolan - 19 Agustus 2020 15:33 WIB
    BPOM Beberkan Temuan dalam Uji Klinis Obat Covid-19 Unair
    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito. Antara/Fikri Yusuf
    Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) membeberkan temuan dalam uji klinis obat kombinasi covid-19 yang diriset Universitas Airlangga (Unair). Temuan bersifat kritis (critical), mayor, dan minor memengaruhi hasil validitas uji klinis.  

    "Temuan critical dampaknya terhadap validitas dari proses uji klinik tersebut dan juga validitas dari hasil yang akan didapatkan," terang Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers di BPOM, Rabu, 19 Agustus 2020.

    Inspeksi pertama BPOM dilakukan pada 28 Juli 2020. Unair belum memberi respons temuan BPOM hingga hari ini.

    Baca: Obat Pasien Covid-19 Tinggal Tunggu Izin Edar BPOM

    Temuan kritis tersebut berupa randomization atau sistem acak representasi populasi uji klinis. Riset tersebut belum memiliki subjek pasien sesuai dengan protokol yang ada.

    Kedua, demografi dari derajat keparahan sakit yang diderita subjek pengujian obat juga belum beragam. Seharusnya, obat diuji untuk pasien dengan gejala sakit ringan, sedang, dan parah.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id