Persiapan Liputan Banjir, Jurnalis Dibekali Teknik Penggunaan Perahu Karet

    Yurike Budiman - 14 November 2020 03:23 WIB
    Persiapan Liputan Banjir, Jurnalis Dibekali Teknik Penggunaan Perahu Karet
    Jurnalis mendapat pelatihan tanggap bencana seputar penggunaan perahu bekal liputan banjir jelang musim hujan. Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Bencana banjir bisa terjadi kapanpun saat memasuki musim hujan. Jurnalis yang selalu berjibaku turun ke lokasi untuk memberikan informasi harus memiliki kemampuan tanggap bencana saat bekerja.

    Salah satunya, penggunaan perahu karet. Kepala Seksi Pertolongan dan Penyelamatan Dit Polair, Kompol Faried, mengatakan selama ini banyak jurnalis yang menggunakan perahu karet secara asal tanpa mengetahui bahaya mengintai.

    Fried menyebut ada sejumlah aturan dan teknik yang harus dijalankan dalam liputan banjir menggunakan perahu karet. Seperti, memperhatikan cara duduk, posisi yang benar untuk jurnalis, dan kapasitas perahu.

    "Posisinya harus berlutut, jangan jongkok. Kalau jongkok tidak akan seimbang," kata Faried saat lokakarya 'Digital Media dalam Penanggulangan Bencana Banjir' di Dit Polair Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 13 November 2020.

    Dalam praktik, posisi reporter TV misalnya, harus duduk di bawah dengan bersandar pada lambung perahu. Sementara itu, kameramen yang berada di pinggir dan dibantu petugas dengan cara memegang punggung atau life jacket yang dipakai.

    Hal ini dilakukan untuk membantu keseimbangan kameramen. "Kameramen atau jurnalis maksimal tiga orang. Petugas akan memegang yang posisinya di lambung kiri atau kanan," ujar Faried.

    Jika air yang dilalui tenang, tidak bergelombang, maka diperbolehkan duduk di pinggir dengan posisi kedua kaki masuk ke dalam perahu. Jika ada gelombang atau ombak, satu kaki harus di luar dan ditekuk dan satu kaki di dalam perahu.

    Kaki yang berada di luar lambung juga akan diikat dengan tali pengaman yang sudah tersedia. "Kakinya nanti masuk ke situ, kita juga bisa berpegangan," kata dia.

    Kapasitas perahu karet bervariasi. Portable boat misalnya mampu mengangkut 6 orang. Sementara itu, perahu karet model 530 berkapasitas 8 orang. Selain itu, ada juga perahu yang mampu menampung 16 orang.

    Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan pelatihan ini digelar Divisi Humas Polri agar media dan polisi dapat bekerja sama di lapangan saat bencana datang. "Jadi dengan tanggap bencana ini semua pemberitaan aksesnya mudah didapatkan," kata Argo di lokasi.

    Para awak media juga dapat menambah ilmu terkait tanggap bencana. Pelatihan ini diikuti oleh 25 media dan 25 divisi humas Polri.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id