IDI: Hoaks Penanganan Covid-19 Membahayakan Masyarakat

    Kautsar Widya Prabowo - 12 Oktober 2020 17:03 WIB
    IDI: Hoaks Penanganan Covid-19 Membahayakan Masyarakat
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut hoaks terkait penanganan virus korona (covid-19) masih bermunculan di tengah masyarakat. Hal ini sejatinya dapat membahayakan keselamatan masyarakat. 

    Ketua Umum IDI Daeng M Faqih menjelaskan informasi hoaks membuat masyarakat menyalahartikan penanganan virus korona dari pemerintah. Bahkan, imbauan untuk tidak menggunakan masker muncul. 

    "Masih banyak pemahamannya masyarakat yang dipengaruhi oleh berita-berita hoaks. Jadi apakah itu virus tidak ada atau tidak bahaya, sebenarnya ini berbahaya bisa menimbulkan kematian," ujar Daeng dalam diskusi virtual, Senin, 12 Oktober 2020.  

    Menurut dia, berita bohong berdampak pada rendahnya tes infeksi virus korona. Saat ini, kata dia, jumlah pemeriksaan covid-19 Indonesia hanya 7 orang per 1.000 penduduk. 

    Dia menyebut beberapa masyarakat enggan dites untuk memastikan penularan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok, itu. Selain itu, hoaks terkait vaksin yang tengah dipersiapkan pemerintah menyebar. Vaksin sejatinya baru sampai pada tahap uji klinis.

    Baca: Pemerintah Siapkan 271,3 Juta Dosis Vaksin di Kuartal Keempat

    "Banyak masyarakat yang menyampaikan berita-berita yang tidak benar sehingga menimbulkan keresahan dan tidak percaya pada vaksin. Ini kan berbahaya," tutur dia.

    IDI menekankan seluruh pihak dapat bersinergi dalam memutus rantai penularan covid-19. Salah satunya dengan menaati upaya 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

    "3M ini prinsip pencegahan yang mungkin satu-satunya yang paling efektif," jelas dia.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id