• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

KPAI Usulkan Surat Miskin Dihapus

Media Indonesia - 12 Juli 2018 08:20 wib
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti. Foto: MTVN/Damar Iradat

Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak lagi digunakan sebagai syarat siswa yang berasal dari keluarga miskin.

Sikap KPAI itu menanggapi maraknya pemalsuan SKTM yang digunakan calon siswa dari keluarga mampu untuk untuk keperluan mendaftar penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018.

"Lebih baik memakai bukti yang sudah ada selama ini. Ada KIP (kartu Indonesia pintar) dan KIS (kartu Indonesia sehat). Anak penerima KIS pasti tidak mampu. Bisa juga dilihat tagihan listriknya, lalu verifikasi lapangan," kata komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti di Kantor KPAI, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Temuan SKTM palsu paling banyak terjadi di Jawa Tengah. Berdasarkan hasil verifikasi, ada 78.065 SKTM yang dianggap abal-abal dan dibatalkan penerimaannya.

Baca: Penyalahgunaan SKTM Terancam tak Bisa Masuk Sekolah Negeri

KPAI mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memerintahkan pihak sekolah untuk melakukan verifikasi faktual terhadap siswa yang mendaftar di jalur SKTM.

Ketentuan mengenai SKTM dalam Permendikbud No 14/2018 tentang PPDB, yakni sekolah wajib menerima dan membebaskan biaya pendidikan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu dan berdomisili di wilayah tersebut. Jumlahnya paling sedikit 20 persen dari jumlah seluruh peserta didik yang dibuktikan dengan SKTM.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Purwanto, mengatakan pihaknya menyeleksi ketat PPDB. "Para pengguna KIP, KIS, dan JKS harus diprioritaskan," ungkapnya.

Masih terkait PPDB, Ketua DPRD Kota Cimahi, Achmad Gunawan, sedikitnya mengeluarkan 300 'surat sakti'. "Enggak ada pemaksaan, coba lihat semua rekom secara normatif," elaknya. (Ind/RZ/DG/X-4)


(YDH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.