Jokowi Diminta Bentuk TPF Kasus Novel

    Cindy - 20 Oktober 2019 03:36 WIB
    Jokowi Diminta Bentuk TPF Kasus Novel
    Usman Hamid dan perwakilan Indonesialeaks. Foto: Medcom.id/Cindy
    Jakarta: Kalangan masyarakat sipil mengatasnamakan diri Indonesialeaks, mengirimkan surat terbuka ke Presiden Joko Widodo. Mereka meminta Presiden membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) terkait kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. 

    "Untuk melakukan investigasi segera, menyeluruh dan tak berpihak," kata perwakilan Indonesialeaks, Usman Hamid, membacakan surat terbuka di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019. 

    Direktur Amnesty Internasional Indonesia ini menyebut desakan ini didasari kekhawatiran mereka terhadap kinerja penyelidikan institusi kepolisian. Sebab hingga hari ini yang menjadi tenggat waktu tiga bulan penyelidikan, kepolisian masih bungkam.

    "Sampai sekarang Kepolisian RI belum juga mengumumkan kepada publik tentang kemajuan proses pengusutan dan satu pun tersangka," sambung Usman. 

    Di kesempatan yang sama, Koordinator KontraS Yati Andriyani, menyebut Korps Bhayangkara tidak memiliki kemauan untuk menyelesaikan kasus Novel. Sebab selama dua setengah tahun penyelidikan tidak menghasilkan perkembangan yang berarti. 

    "Fakta dan bukti sudah ada tapi karena ada ketidaknetralan (polisi) melihat kasus maka hal tersebut ditutupi dan tidak diselesaikan," kata dia

    Selain menuntut pembentukan TGF di bawah Presiden, pihaknya juga meminta adanya undang-undang khusus bagi para pembela hak asasi manusia (HAM). Serta para pekerja sektor antikorupsi seperti KPK, aktivis anti korupsi san para penegak humum. 

    "Kami berharap di periode kedua ini, Pak Presiden mengambil tindakan tegas dan efektif untuk mengakhiri budaya impunitas. Memastikan mereka dapat melakukan pekerjaan tanpa ketakutan, termasuk menyelesaikan kasus Novel Baswedan," lanjut Yati. 

    Indonesialeaks itu terdiri dari Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli, Direktur YLBHI Asfinawati, Ahli Hukum Tata Negara Bivitri Susanti, Direktur Amnesty International Usman Hamid, Koordinator KontraS Yati Andriyani dan Direktur Eksekutif Lokatsru Foundation Haris Azhar. 



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id