Metro TV Merajut Indonesia Lewat Digitalisasi Penyiaran di Perbatasan

    Whisnu Mardiansyah - 31 Agustus 2019 07:58 WIB
    Metro TV Merajut Indonesia Lewat Digitalisasi Penyiaran di Perbatasan
    Suryopratomo menyampaikan kehadiran Metro TV di perbatasan seiring dengan program pemerintah membangun dari perbatasan. MI/Permana.
    Nunukan: Industri penyiaran memasuki era baru dari siaran televisi analog (free to air) menuju siaran digital. Telekomunikasi dan penyiaran memilki peranan strategis dalam upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. 

    Program digital di perbatasan salah satu wujud kehadiran Negara dalam visi Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Membangun Indonesia lewat pinggiran dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Pemerintah telah mempersiapkan berbagai insfratruktur digitalisasi dari Sabang sampai Merauke lewat proyek Palapa Ring. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bakal meresmikan digitalisasi di perbatasan.

    Digitalisasi penyiaran di perbatasan dimulai Sabtu, 31 Agustus 2019, di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Nunukan merupakan wilayah garda terdepan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. 

    Metro TV bersama TVRI dan salah satu televisi swasta lainnya menjadi penyelenggara sistem penyiaran digital multiplexer DVB-T2 di Nunukan. Teknologi penyiaran berkonten digital dengan kualitas gambar dan audio yang lebih jernih dibandingkan siaran tv analog. 

    Masyarakat Nunukan selama ini mendapat limpahan siaran dari Malaysia. Sehingga informasi siaran-siaran nasional terisolasi. Membantu terpenuhinya kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan akan informasi dari dalam negeri. Mengimbangi  luberan siaran asing dari negara tetangga.

    Direktur Utama Metro TV Suryopratomo menyampaikan kehadiran Metro TV di perbatasan seiring dengan program pemerintah membangun dari perbatasan. Masyarakat perbatasan sama haknya dengan masyarakat di kota maupun di Jawa menerima informasi yang jernih dan berkualitas. 

    "Masyarakat daerah perbatasan ini kalau tidak dipersiapkan sekali lagi televisi-televisi analog yang mereka miliki tidak bisa menonton acara-acara yang digital sehingga mereka akan kehilangan informasi," kata Suryapratomo di kantor Kecamatan Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Berkaca dari negara-negara tetangga, Indonesia memang sedikit tertinggal. Industri penyiaran di Malaysia sudah digital, Singapura menuju digital, bahkan Thailand sudah lebih dahulu mendigitalisai industri penyiarannya. 

    "Untuk itulah kemudian pemerintah mengambil inisiatif untuk memberikan perhatian kepada daerah-daerah perbatasan dan tentunya ini semua keputusan yang baik," terang Suryopratomo. 

    Informasi adalah hak dasar warga negara yang tertuang dalam pasal 28F UUD 1945. Metro TV memperjuangkan hak-hak informasi masyarakat di perbatasan lewat konten siaran. 

    Hal itu tidak lain demi penguatan integrasi bangsa. Terutama dikaitkan dengan pelaksanaan digitalisasi penyiaran yang sudah dilakukan oleh negara-negara tetangga lainnya.  



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id