comscore

Kemensos Dirikan 3 Panti ODHA

Antara - 04 Desember 2017 07:39 WIB
Kemensos Dirikan 3 Panti ODHA
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa--MI/Susanto
Jakarta: Kementerian Sosial mendirikan tiga panti Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk memberikan layanan rehabilitasi. Hal itu lantaran semakin mengkhawatirkan tingkat penyebaran virus HIV/AIDS di Indonesia.

"Ini ikhtiar pemerintah melalui Kementerian Sosial di tengah makin menggunung masyarakat yang terinveksi virus HIV/AIDS," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, saat menutup Pentas Sahabat ODHA dalam rangka Hari AIDS Sedunia melalui siaran pers diterima di Jakarta, Minggu 3 Desember 2017.
Baca: Empat Kelompok Masyarakat Ibu Kota Rawan HIV/AIDS

Ketiga panti tersebut masing-masing adalah Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Wasana Bahagia yang merupakan transformasi dari Panti Sosial untuk penyakit kronis di Ternate. Kedua, Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Bahagia yang merupakan transformasi dari Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Bina Daksa di Medan, dan ketiga Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Kahuripan Sukabumi yang semula adalah shelter.

Khofifah menjelaskan, ketiga panti tersebut akan menjadi tempat untuk memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial dalam bentuk bimbingan pendidikan. Hal itu agar orang dengan HIV mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

"Dalam UU No. 23 Tahun 2014 tegas menyebutkan bahwa tanggung jawab penanganan ODHA baik dalam maupun luar panti menjadi kewenangan Kementerian Sosial," kata dia lagi.

Sedangkan untuk anak, lanjut Khofifah, Kementerian Sosial telah menyiapkan panti rehabilitasi sosial anak yang dikenal dengan Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA) di Surakarta. Panti tersebut nantinya hanya akan melayani penyandang HIV/AIDS khusus anak.

Baca: Jumlah Kasus HIV & AIDS di Indonesia Meningkat

Khofifah menerangkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan secara kumulatif hingga triwulan I 2017, jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 320.152. Jumlah tersebut, menurutnya, bisa jadi jauh lebih kecil dari angka
sebetulnya mengingat banyak ahli yang menyebut ini sebagai fenomena gunung es. 

Data tersebut tercatat yang telah melakukan akses layanan rumah sakit. "Persoalan ini harus menjadi perhatian semua pihak. Tidak cuma pemerintah, namun juga masyarakat umum, mengingat virus ini bisa menular kepada siapa saja, terutama ibu rumah tangga yang terinfeksi dari suaminya," kata dia.

Khofifah menjelaskan HIV merupakan virus yang menurunkan dan merusak kekebalan tubuh, akibatnya penderitanya mudah terinfeksi penyakit lain. HIV ditularkan melalui hubungan seksual, dalam darah, jarum suntik, dan air susu ibu (ASI). Virus ini umumnya menurunkan sistem kekebalan tubuh dan membutuhkan waktu tahunan untuk memperlihatkan gejalanya, yaitu sekitar 5-10 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengukuhkan 1.000 orang sahabat peduli AIDS yang berasal dari Ternate, Medan, dan Jawa Timur. Sahabat Peduli AIDS yang terdiri dari berbagai unsur ini bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai seluk beluk HIV/AIDS.

Menurut Mensos Khofifah, masalah yang sering terjadi adalah perlakuan yang kurang baik hingga diskriminasi hak hidup dialami ODHA). Kondisi itu terjadi umumnya karena masyarakat kurang mendapat informasi tentang HIV/AIDS secara menyeluruh.

"Seharusnya yang dijauhi HIV/AIDS-nya, bukan orangnya. Tapi di masyarakat yang terjadi justru sebaliknya," kata dia.


(YDH)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id