5 Faktor Cuan Helmy Yahya Berlipat Usai Dipecat dari TVRI

    Achmad Zulfikar Fazli - 05 Juni 2020 07:07 WIB
    5 Faktor <i>Cuan</i> Helmy Yahya Berlipat Usai Dipecat dari TVRI
    Helmy Yahya (kemeja putih). Screenshoot dari Youtube Helmy Yahya Bicara
    Jakarta: Bagi Helmy Yahya, dipecat sebagai bos Televisi Republik Indonesia (TVRI) bukan malapetaka. Dia selalu punya cara lolos dari lubang jarum. Januari 2020 dipecat, kini dia sudah gagah lagi. 

    Spesialisasinya sebagai presenter semakin mapan begitu bersalin rupa menjadi youtuber, sebutan bagi orang yang suka membuat konten di media sosial Youtube. Dengan pembawaan yang santai, warganet langsung terpikat dengan konten-kontennya yang menarik dan bervariasi.

    Dia bungkus persoalan terkini seperti pandemi pandemi virus korona (covid-19) ataupun persoalan bisnis jadi konten manis. Drama pemecatannya dari TVRI bahkan dia olah dengan sajian talkshow yang menarik orang untuk mem-follow.

    Baru sekitar dua bulan terjun sebagai youtuber, pria yang dikenal sebagai Raja Kuis Indonesia itu telah mengunggah sebanyak 44 video di akun Youtube 'Helmy Yahya Bicara' dengan jumlah penonton (viewers) lebih dari 7,8 juta orang. Konten yang disuguhkan Helmy berhasil menarik banyak pengikut setianya (subscriber) hingga 207 ribu orang per Kamis, 4 Juni 2020.

    Tak hanya di Youtube, Helmy aktif di Instagram dan Twitter. Helmy telah menggunggah sebanyak kurang lebih 2 ribu foto dan video di akun Instagram-nya dengan jumlah pengikut 63 ribu lebih.

    Helmy juga banyak mengunggah cuplikan konten Youtube pribadinya di akun Twitter @helmyyahya. Ada sebanyak 120 ribu pengikut akun Twitter resmi milik Helmy tersebut. Bagaimana Helmy mampu rebound setelah sempat terpuruk di TVRI? Berikut hasil penelusuran Medcom.id dari sejumlah video yang dia diproduksi.

    1. Jaga bicara

    Pada unggahan perdananya, Helmy menyampaikan pesan yang bijak tentang cara berbicara di depan publik lewat konten berjudul "Mulutmu, Harimaumu" pada Sabtu, 28 Maret 2020. Helmy menjelaskan setiap orang harus berbicara dengan bahasa publik.

    "Kemampuan berbicara di depan publik adalah teknik dan seni, bukan bakat, dan itu semua bisa dipelajari," ujar Helmy dalam keterangan di video perdananya.

    Dia berjanji akan menyuguhkan konten yang dapat menambah pengetahuan, informasi, dan tips tentang berbagai hal.

    Kehadiran Helmy Yahya Bicara disambut baik oleh warganet. Dari kolom komentar, banyak yang ingin belajar lebih tentang public speaking.

    "Ajarkan kami public speaking Pak Helmy," ujar salah seorang warganet, Wawan Santoso.
    5 Faktor <i>Cuan</i> Helmy Yahya Berlipat Usai Dipecat dari TVRI
    Helmy Yahya (kanan) saat masih menjadi direktur TVRI. Foto: Antara/M Adimaja

    2. Meramu isu liar

    Selang satu hari, Helmy kembali merilis konten di akun Youtube pribadinya dengan judul "Simpang Siur Informasi Corona". Konten ini diangkat lantaran informasi terkait virus korona banyak berkeliaran di publik. Semua orang bicara sehingga publik kebingungan untuk mengikuti omongan siapa.

    Helmy menyoroti pernyataan dari beberapa pimpinan di Indonesia yang terkadang tidak terlalu menerangkan kepada publik dan saling bertentangan.

    "Ada yang mengatakan korona itu bisa sembuh dengan sendirinya, ada yang mengatakan cukup dengan begini saja, cukup dengan begitu saja, orang Indonesia tidak akan pernah kena korona," ujar Helmy.

    3. Menggandeng influencer

    Helmy terus meramu konten soal korona untuk menarik penonton setianya. Konten berjudul "Cegah Penularan Virus Korona" dirilis pada 6 April 2020. Konten ini membahas soal kemungkinan penularan virus korona melalui hubungan badan. Pesohor di medsos dr Tompi dia undang untuk berbicara soal ini.

    Konten tersebut mendapat respons cukup baik dari warganet. Total ada 77 orang yang mengomentari konten ini, dan sebagian besar bernotasi positif.

    Isu covid-19 yang masih sangat seksi terus diracik oleh Helmy hingga menjadi sebuah konten menarik. Selang dua hari kemudian, Helmy kembali merilis hasil perbincangan dengan dr Tompi terkait pandemi covid-19.

    Konten tersebut berjudul "Apakah Corona Bisa Sembuh Tanpa Diobati". Konten ini berhasil menarik 606 ribu penonton dan 9,7 ribu penonton menyukai video tersebut.

    5 Faktor <i>Cuan</i> Helmy Yahya Berlipat Usai Dipecat dari TVRI
    Helmy Yahya berbincang dengan dr. Tirta. Screenshoot dari Youtube Helmy Yahya Bicara

    Demi menjaga penonton setianya, Helmy kembali membuat konten yang menarik terkait covid-19. Dia kali ini menghadirkan dr Tirta (Tirta Mandira Hudhi)  sebagai lawan bicaranya. 

    Tirta adalah salah satu pesohor cum dokter yang mencuat di tengah wabah. Dia juga sempat dikabarkan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19.

    Konten berjudul "dr. Tirta Mendadak Bisa Tidak Teriak-teriak. Keren ini!!" itu menghasilkan jumlah penonton tertinggi kedua di Youtube Helmy Yahya Bicara. Ada sebanyak 827 ribu orang yang menonton video tersebut, dan 16 ribu penonton menyukainya.

    4. Menceritakan drama pemecatan

    Kehidupan Helmy berubah saat menjadi dirut TVRI. Tidak bisa sesantai biasa, dia harus sudah tiba di kantor pukul 08.00 WIB dan pulang hingga larut malam. Bahkan, dia tak punya hari libur.

    "Sabtu masuk, minggu masuk, kunjungan ke daerah," ujar Helmy dalam kontennya yang berjudul Ketika Charles Bonar Mengorek-ngorek Helmy.

    Saat itu, Helmy menjalani kehidupan barunya untuk mengubah TVRI. Alhasil, Helmy mengklaim berhasil membawa TVRI meningkat dari peringkat 15 menjadi urutan kedelapan dalam waktu kurang lebih dua tahun.

    Karier Helmy di TVRI tak berjalan mulus. Dia sempat bersitegang dengan dewan pengawas LPP TVRI hingga akhirnya resmi dipecat pada 17 Januari 2019.

    Namun, pemecatan ini bukan musibah besar bagi Helmy. Pria kelahiran Palembang 58 tahun silam itu mengaku rezekinya kini lebih mengalir deras.

    "Hari ini saya diberhentikan sebagai dirut TVRI, kesempatan saya rezeki segala macam mengalir luar biasa," kata Helmy.

    Helmy mengaku mendapat banyak pekerjaan lepas dengan bayaran yang sangat besar. Tak tanggung-tanggung, Helmy menyebut bayarannya saat ini naik hingga tiga kali lipat.

    5. Konten kontroversi

    Helmy cukup cerdik dalam meningkatkan jumlah penonton setianya. Sosok yang kontroversial seperti Mardigu Wowiek Prasantyo alias Bossman Sontoloyo dihadirkan untuk memperkaya kontennya.

    5 Faktor <i>Cuan</i> Helmy Yahya Berlipat Usai Dipecat dari TVRI
    Helmy Yahya berbincang dengan Mardigu Wowiek Prasantyo. Screenshoot dari Youtube Helmy Yahya Bicara

    Dalam konten berjudul "Ngobrol dengan Bossman Mardigu Sontoloyo isinya Daging Semua" ini, Mardigu bicara banyak hal menarik. Salah satunya kritik terhadap kebijakan Kementerian BUMN di era sebelum kepemimpinan Erick Thohir. Dia menyebut ada 'kartel' di BUMN yang membuat perusahaan swasta hancur.

    "Menteri yang lama ini, saya harus ngomong menteri yang lama karena gini, kita harus challenge. Jadi saya bukan men-challenge individunya tapi saya men-challenge kebijakannya. Dia melakukan kerja sama antar BUMN, itu kartel. Mati pasti swasta," kata Mardigu dalam Helmy Yahya.

    Konten ini disambut positif oleh warganet. Bahkan, berhasil menarik paling banyak penonton di Helmy Yahya Bicara dengan 2,5 juta lebih.

    "Orang yang nonton bossman kebanyakan orang-orang yang pintar mau memikirkan negara menuju lebih baik, #Indonesiamenang," tulis warganet, Apip San, dalam kolom komentar.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id