Ketidakadilan Terhadap Awak Kapal Perikanan Disebut Terjadi Sejak Perekrutan

    Theofilus Ifan Sucipto - 30 Juli 2020 15:14 WIB
    Ketidakadilan Terhadap Awak Kapal Perikanan Disebut Terjadi Sejak Perekrutan
    ABK WNI yang kembali ke Jerman untuk bekerja di kapal pesiar. Foto: Dok.KBRI Berlin
    Jakarta: Pemerintah diminta serius memperhatikan nasib awak kapal perikanan (AKP). Sebab, ketidakadilan AKP dimulai sejak proses perekrutan.

    "Penegakan hukum harus kuat termasuk perdagangan orang. Kecelakaan kerja bisa dicegah kalau ada inspeksi," kata Project Director SAFE Sea Project Nono Sumarsono dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020.

    Nono mengatakan Indonesia memang menyuplai pelaut terbanyak ketiga di dunia. Sayangnya, perlindungan kepada AKP belum maksimal.

    Dia mencontohkan rekrutmen AKP di sejumlah perusahaan. Dari informasi lowongan kerja, calon AKP hanya perlu melampirkan identitas diri dengan iming-iming gaji hingga USD500 atau sekitar Rp7,3 juta.

    "Mana kriteria kompetensi keamanan dasarnya? Tidak diminta bisa berenang. Ini peluang adanya kerja paksa dan risiko perdagangan orang," tegas Nono.

    Baca: Kemenko Marves Integrasikan Data Pelindungan AKP

    Nono menilai sistem monitor dan penegakan hukum kekerasan AKP belum maksimal. Seharusnya, kata dia, negara menjamin keselamatan AKP lebih dulu sebelum mengizinkan melaut.

    "Sudah saatnya proaktif dan mencegah hal-hal semacam ini," kata dia.

    Diskusi ini digelar dalam rangka memperingati hari dunia menentang perdagangan orang yang jatuh pada hari ini, Kamis, 30 Juli 2020. Awak kapal perikanan (AKP) kerap menjadi korban perdagangan orang saat bertugas.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id