Terpopuler Nasional: Banjir di Serdang Bedagai Hingga Bayi Ramma Mengalami Kelainan Kesehatan

    Nur Azizah - 25 September 2021 07:29 WIB
    Terpopuler Nasional: Banjir di Serdang Bedagai Hingga Bayi Ramma Mengalami Kelainan Kesehatan
    ilustrasi/medcom.id



    Serdang Bedagai: Sudah tiga hari banjir melanda Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara (Sumut). Pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat menurunkan perahu karet untuk bantu proses evakuasi.
     
    "Perahu karet nantinya akan dijadikan untuk transportasi dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir," ujar presenter Metro TV Kevin Egan dalam program Metro Siang, Jumat, 24 September 2021.
     
    Selain itu, pihak Dinas Sosial Pemkab Serdang Bedagai mendirikan tenda pengungsian guna menampung warga yang rumahnya terendam banjir. Saat ini, sebanyak 350 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Sei Rampah.

    Baca: Jelang PTM Bulan Depan, SMA di Mamuju Gencarkan Vaksinasi Pelajar
     
    "Apa yang kami lakukan sekarang, yaitu telah mendirikan tenda pengungsian, persediaan air bersih, dan juga alat evakuasi dan transportasi, yaitu dua unit perahu," terang Plt Camat Sei Rampah, M Suhendra Damanik. 

     



    Banjir di Sedang Bedagai menjadi berita yang paling banyak dibaca di Kanal Nasional Medcom.id. Berita lain yang juga paling banyak dibaca terkait penganiayaan terhadap youtuber Muhammad Kece.

    Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menggelar prarekonstruksi kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kosman alias M Kece di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Reka adegan itu untuk menyesuaikan peristiwa yang terjadi dengan keterangan saksi. 
     
    "Hari ini dan besok (Sabtu, 25 September 2021) penyidik akan melaksanakan prarekon berdasarkan hasil konfrontir beberapa saksi kemarin," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada Medcom.id, Jumat, 24 September 2021. 
     
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan penyidik telah memeriksa 18 saksi dalam kasus itu. Pemeriksaan saksi guna membuat terang perkara. 
     
    Penganiayaan berawal saat Napoleon bersama tiga napi masuk ke kamar sel M Kece sekitar pukul 00.30 WIB. Salah satu tahanan merupakan mantan Laskar Panglima FPI, Maman Suryadi.
     
    Kemudian, Napoleon menyuruh salah satu tahanan mengambil plastik putih yang berisi kotoran manusia ke kamar selnya. Lalu, melumuri tinja itu ke wajah dan tubuh M Kece.
     
    Baca: Kompolnas Tak Benarkan Tindakan Napoleon Aniaya M Kece
     
    Setelah itu, Napoleon memukul M Kece. Penganiayaan terjadi sekitar satu jam hingga pukul 01.30 WIB. Setelah selesai, Napoleon dan tiga tahanan kembali ke sel.
     
    Penganiayaan diduga lantaran Napoleon tak terima M Kece menghina Islam. Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu geram keyakinannya diusik hingga melampiaskan emosinya.

    Berita lain yang paling banyak dibaca selanjutnya terkait seorang bayi yang didiagnosis memiliki banyak kelainan kesehatan. Seorang bayi bernama Ramma di Subang, Jawa Barat, didiagnosis sejumlah gangguan kesehatan. Sang ibu, Ika Kartika, pun membawa anaknya yang berusia lima bulan itu ke rumah sakit (RS) di Jakarta untuk mendapat pengobatan. 
     
    Ramma mengalami empat penyakit berat. Sudah hampir satu bulan, ibu dan nenek Ramma tinggal di rumah singgah di daerah Jakarta Barat.
     
    "Ramma ini tidak hanya didiagnosa bocor jantung, dia juga ada infeksi paru-paru, serta ada kelainan down syndrome, serta gizi buruk,” jelas Ika dalam tayangan Newsline di Metro TV, Jumat, 24 September 2021.
    ?
    Ika mengatakan Ramma baru saja menjalani operasi untuk kebocoran di jantungnya pada Kamis, 16 September 2021 lalu. Selama masa penyembuhan pascaoperasi, Ramma masih harus melakukan beberapa pemeriksaan. 
     
    Selain itu, Ramma masih harus menjalani perawatan untuk gangguan down syndrome yang dideritanya.
     
    "Kondisi jantung rama sudah dilakukan operasi, istilahnya sudah tertangani. Namun, masih ada rangkaian pemeriksaan di down syndromenya karena tumbuh kembangnya yang sangat lambat," tutur Ika.
     
    Baca: Musim Pancaroba Bikin Gampang Sakit, Yuk Lakukan 3 Hal Ini Biar Tetap Fit
     
    Ramma didiagnosis mengalami kebocoran jantung sejak usia tiga bulan. Awalnya, Ramma mengalami sesak napas yang cukup parah dan juga panas yang cukup tinggi. 
     
    Ramma kemudian dibawa ke salah satu RS di Purwakarta, Jawa Barat, dan mendapatkan perawatan selama enam hari. Kondisi Ramma tidak kunjung membaik hingga harus dipindahkan ke RS lainnya di Purwakarta. 
     
    Ramma sempat kritis dan mendapatkan perawatan selama tujuh hari. Kemudian, dia dirujuk ke RS di Jakarta.
     
    "Ketika dilakukan pemeriksaan ulang diketahui kebocoran jantung Ramma hingga 8 mm, tujuh hari di sana tidak juga ada perubahan dan dokter menyarankan membawa Ramma ke Jakarta," lanjut Ika.
     
    Ika berharap anaknya bisa sembuh dan menjalani kehidupan layaknya anak lainnya. Ramma masih harus melakukan perawatan untuk down syndromenya yang memakan biaya hingga ratusan juta. 
     
    Bagi Anda yang tergerak untuk membantu meringangkan beban Ika, bisa memberikan donasi untuk Ramma dapat melalui link ini

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id