Kecam Aksi Teror di Makassar, Kominfo Imbau Warga Hati-hati Bermedsos

    Achmad Zulfikar Fazli - 29 Maret 2021 18:59 WIB
    Kecam Aksi Teror di Makassar, Kominfo Imbau Warga Hati-hati Bermedsos
    Polisi melakukan olah TKP di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. AFP/Andi Hajramurni Indra Abriyanto



    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kominfo mengimbau masyarakat berhati-hati dengan idelologi radikal dan intoleran, terutama di media sosial (medsos).

    Direktur Politik Hukum dan Keamanan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik pada Kominfo, Bambang Gunawan, mengatakan Kominfo memiliki dua fungsi soal penanganan terorisme. Yaitu, pencegahan melalui berbagai media, dan menindak konten yang dianggap menyebarkan paham radikal.






    "Kominfo melakukan pencegahan dengan cara cara menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat. Kominfo melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak terlibat dalam radikalisme dan intoleransi yang berujung pada terorisme,” ujar Bambang di Jakarta, Senin, 29 Maret 2021.

    Bambang juga meminta masyarakat tidak menyebarluaskan konten terkait insiden ledakan bom di Makassar. Dia mengimbau masyarakat tidak terpengaruh berita bohong atau hoaks yang biasanya beredar luas di media sosial usai ledakan bom atau aksi teror.

    “Tujuan dari mereka terorisme adalah menyebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Maka kita harus melawannya, salah satu caranya adalah tidak menyebarkan konten-konten ledakan bom tersebut serta tidak ikut menyebarkan hoaks tentang aksi terorisme ini,” ujar Bambang.

    Baca: Wapres: Tidak Ada Tempat Bagi Para Pelaku Teror

    Koordinator IK Pertahanan keamanan (Hankam) Direktorat Jenderal (Ditjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Kominfo, Dikdik Sadaka, mengatakan Kominfo terus melakukan penindakan terhadap hasil pengawasan konten-konten negatif. Terutama, konten yang cenderung ke arah terorisme.

    "Kami memonitor per hari, 24 jam. Jika ada konten-konten yang mencurigakan, berbau radikal, mengajak perpecahan pada bangsa, kami tindak langsung dengan cara diblokir,” tegas Dikdik.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id