Deretan Aksi Bom Bunuh Diri Pasutri Asal Indonesia

    Cindy - 07 April 2021 14:08 WIB
    Deretan Aksi Bom Bunuh Diri Pasutri Asal Indonesia
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret 2021, dilakukan pasangan suami istri (pasutri). Mereka baru menikah enam bulan yang lalu.

    Aksi bom bunuh diri oleh pasutri asal Indonesia bukan yang pertama kali. Ada sejumlah keluarga yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Indonesia. Berikut deretan keluarga yang nekat melakukan aksi bom bunuh diri melansir dari berbagai sumber. 
     

    1. Bom tiga gereja di Surabaya

    Rentetan bom bunuh diri terjadi di Surabaya pada Minggu, 13 Mei 2018. Aksi tersebut melibatkan satu keluarga yang berjumlah enam orang. Mereka yakni, sang suami berinisial DO, istrinya PK, dan empat orang anak berinisial YF, FH, FA, dan PR.






    Pengeboman pertama terjadi di Gereja Katolik Santa Maria yang terletak di Jalan Ngagel Madya 01 Surabaya, sekitar pukul 06.30 WIB. Bom kedua terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro sekitar pukul 07.15 WIB.

    Kemudian, aksi teror itu berlanjut di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno sekitar pukul 07.53 WIB. Akibat insiden tersebut, sebanyak 18 korban meninggal termasuk keenam pelaku.
     

    2. Keluarga Tri Murtiono

    Sehari setelah aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, aksi lanjutan dilancarkan keluarga Tri Murtiono. Tri Murtiono bersama istrinya Tri Ernawati, dan ketiga anaknya berinisial AAP, MDS, dan MDA meledakkan diri di Mapolrestabes Surabaya.

    Insiden itu terjadi pukul 08.50 WIB. Keempat pelaku tewas di tempat dan menyisakan gadis kecil, AAP, berusia 7 tahun yang lolos dari maut.
     

    3. Bom panci di Polres Indramayu

    Pasutri berinisial GI dan NH nekat menerobos Mapolres Indramayu, Jawa Barat, pada 15 Juli 2018, sekitar pukul 02.35 WIB. Kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor dan melaju cepat menerobos pintu pagar mapolres.

    Mereka melemparkan panci berisi bahan peledak ke dalam Polres Indramayu. Beruntung, bom tersebut tidak meledak. Kedua pelaku pun ditangkap.
     

    4. Bom Sibolga

    Aksi bom bunuh diri terjadi di Kota Sibolga, Sumatra Utara, pada 12 Maret 2019. Aksi tersebut dilakukan istri dari pelaku tindak pidana terorisme, Husain alias Abu Hamzah, saat dikepung polisi.

    Usai Abu Hamzah ditangkap, polisi segera mengepung rumah Abu Hamzah yang dihuni istri dan anaknya. Ledakan bom terjadi saat polisi mencoba mendobrak masuk rumah tersebut pada pukul 14.30 WIB. Ledakan itu melukai seorang anggota polisi dan seorang warga.  
     
    Polisi pun mencoba bernegosiasi meminta istri Abu Hamzah untuk menyerahkan diri. Namun, istri Abu Hamzah memilih melakukan bom bunuh diri dengan anaknya di dalam kamar rumah pada pukul 01.20 WIB.
     

    Halaman Selanjutnya
    5. Bom di Polrestabes Medan…


    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id