AJI Justru Sebut Wawancara Kursi Kosong Najwa Shihab Produk Jurnalistik

    Kautsar Widya Prabowo - 08 Oktober 2020 19:33 WIB
    AJI Justru Sebut Wawancara Kursi Kosong Najwa Shihab Produk Jurnalistik
    Najwa Shihab. MI
    Jakarta: Berbeda dengan Dewan Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) justru menilai wawancara kursi kosong yang dilakukan Najwa Shihab tidak melanggar kode etik jurnalistik. Bagian produk jurnalistik tersebut menyampaikan informasi yang sesuai dengan fakta.

    Ketua Umum AJI Abdul Manan mengatakan Najwa telah berusaha untuk mengundang Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Namun Terawan tidak kunjung memenuhi wawancara untuk menjelaskan penanganan covid-19 di Indonesia.

    "Sudah berusaha menghadirkan Terawan dan tidak pernah bisa. Akhirnya dia menggunakan pendekatan monolog," ujar Abdul kepada Medcom.id, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Abdul tidak menemukan pelanggaran unsur iktikad buruk dalam konten jurnalistik yang dihasilkan program Mata Najwa. Hal itu diatur dalam Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik, wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

    "Kalau melanggar Pasal 1 beritikad buruk, misalnya menampilkan karya jurnalistik, tapi tidak pernah berusaha mendapatkan (konfirmasi) narasumber," jelasnya.

    Baca: Dewan Pers: Wawancara Najwa Shihab Drama

    Selain itu, pertanyaan yang dilontarkan Najwa sangat relevan dengan kondisi saat ini. Masyarakat bertanya-bertanya keberadaan Terawan di tengah tingginya penyebaran covid-19.

    "Bagaimana Menkes Terawan punya peran sentral (penanganan covid-19), lalu munculnya klaster Kementerian Kesehatan emang ada faktanya. Menurut saya informasinya faktual," tuturnya.

    Wawancara Najwa Shihab dengan kursi kosong itu viral di media sosial. Wawancara ditujukan untuk Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang tidak memenuhi undangan Najwa guna menjelaskan soal pandemi covid-19.

    Buntut wawancara tersebut, Najwa dilaporkan oleh relawan Jokowi Bersatu. Namun, laporan itu tidak diterima kepolisian karena dinyatakan sebagai produk jurnalistik.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id