comscore

Ramai di Medsos, Ini Kronologi Mensos Risma Paksa Tunarungu Bicara

Sri Yanti Nainggolan - 03 Desember 2021 10:48 WIB
Ramai di Medsos, Ini Kronologi Mensos Risma Paksa Tunarungu Bicara
Mensos Risma memaksa tunarungu bicara. Foto: Twitter @Ndrews110611
Jakarta: Menteri Sosial Tri Rismaharani ramai diperbincangkan di media sosial (medsos). Pasalnya, dia memaksa tunarungu berbicara di depan publik. 

Peristiwa itu terjadi dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional Hari ke-2 2021 yang disiarkan langsung dalam Youtube Kementerian Sosial (Kemensos) RI pada Kamis, 2 Desember 2021. Namun, medcom.id tak menemukan video tersebut pada Jumat pagi, 3 Desember 2021. 

 



Meski demikian, potongan video sudah beredar di media sosial, termasuk Twitter. Akun @allhlr dan @Ndrews110611 mengunggah ulang potongan video tersebut. 

Kronologi Risma paksa tunarungu bicara

Peristiwa bermula ketika Risma meminta seorang tunarungu bernama Anfield naik ke panggung membawa lukisan buatannya. Kemudian Risma mengajak tunarungu lain untuk naik ke panggung. Ia meminta Aldi untuk berbicara padanya. 

"Bisa, kamu bisa bicara. Aldi kamu bicara," ucap Risma sambil menyodorkan mikrofon pada Aldi dalam potongan video yang diunggah @Ndrews110611. 

Aldi kemudian berbicara terbata-bata. "Lho, bisa lho, Aldi," tutur Risma. 

Kemudian, seorang perwakilan dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Stefanus, naik ke panggung. Saya mau bicara dengan ibu sebelumnya," ucap dia. 

Stefanus memberi penjelasan soal tunarungu pada Mensos Risma
Stefanus memberi penjelasan soal tunarungu pada Mensos Risma. Foto: Twitter @allhlr

"Ibu saya harap sudah mengetahui soal CRBD, bahwasanya anak tuli itu memang menggunakan alat bantu dengar tapi tidak untuk kemudian dipaksa bicara. Tadi saya sangat kaget ketika ibu memberikan pernyataan. Mohon maaf, Bu, apa saya salah?" beber dia. 

"Nggak, nggak, nggak," respons Risma. 

Stefanus menjelaskan bahwa bahasa isyarat itu penting bagi tunarungu, seperti alat bantu dengar. Keduanya berfungsi untuk memperjelas apa yang tidak terdengar dengan baik. 

Penjelasan Risma soal memaksa tunarungu bicara

Risma pun segera merespons tanggapan Stefanus. "Stefan, ibu tidak... ibu tidak mengurangi bahasa isyarat, tapi kamu tahu Tuhan itu memberikan mulut, memberikan telinga, memberikan mata kepada kita," ucap Risma. 

Baca: KPPG Rangkul Tunarungu untuk Berdikari

Ia mengklaim tidak melarang menggunakan bahasa isyarat namun lebih baik lagi jika tuna rungi bisa bicara. 

"Jadi karena itu kenapa ibu paksa kalian untuk bicara? Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga," tukas Risma. 

(SYN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id