KLHK Tegaskan Pembangunan Taman Nasional Komodo Tidak Ganggu Ekosistem

    Atalya Puspa - 02 Agustus 2021 22:34 WIB
    KLHK Tegaskan Pembangunan Taman Nasional Komodo Tidak Ganggu Ekosistem
    Komodo tengah bersantai di jalan beraspal. Foto: MI/Gilbert Lewar



    Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan pembangunan destinasi wisata di Taman Nasional Komodo tidak akan berdampak pada ekosistem serta keberlangsungan hidup komodo yang ada di sana. Ungkapan tersebut merupakan tanggapan KLHK atas permintaan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) kepada Indonesia untuk menghentikan sementara proyek pembangunan tersebut.

    Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) KLHK Wiratno mengungkapkan pembangunan destinasi wisata di sana hanya 1 persen dari total wilayah yang ada. Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 hektare.

     



    "Hanya 1 persen dan itu yang banyak orang tidak tahu," kata Wiratno kepada Media Indonesia, Senin, 2 Agustus 2021.

    Wiratno memastikan pihaknya terus memantau kondisi dan dampak lingkungan dari pembangunan yang dilaksanakan. Taman Nasional Komodo yang menjadi salah satu world heritage, 

    Ia menyebut 3.022 komodo yang hidup di Taman Nasional Komodo tidak merasakan dampak apapun dari pembangunan tersebut. Terdapat 1.320 ekor komodo yang hidup di sekitar Pulau Rinca yang kini tengah dibangun. Semua komodo terus dipantau dan dipastikan aman.

    Baca: Pekerja Proyek KSPN di Loh Buaya Diserang Komodo

    "Ada delapan ekor komodo yang paling sering aktif di sekitar pembangunan. Kita sudah memantau dampak kegiatan aktivitas manusia dan tidak terbukti ada komodo yang terbunuh atau meninggal," ungkap Wiratno.

    Ia juga membantah kabar pengusiran masyarakat. Wiratno mengatakan pihaknya justru membangunkan pagar agar komodo tak menyerang masyarakat.

    "Karena di sana ada anak kecil yang digigit komodo. Tidak ada isu pemindahan penduduk segala macam," tegas dia.

    Indonesia juga telah mengirimkan revisi dokumen analisis mengenai dampak lingkungan dari pembangunan di Taman Nasional Komodo kepada duta besar Indonesia di Paris pada Juli 2021 ini. Wiratno melanjutkan, pihaknya menghargai usulan UNESCO untuk Taman Nasional Komodo.

    Ia kembali menegaskan pembangunan yang dilakukan di sana bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas kunjungan agar mencapai skala internasional. "Pembangunan ini sudah mau selesai akhir Agustus atau awal September. Nanti kita buat manajemen pengunjung di sana. Gak ada masalah, semua gak ada masalah," ucapnya.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id