Pembuatan Visa Online Disebut Buat Biro Jasa Tak Berkutik

    Juven Martua Sitompul - 03 Juni 2021 21:25 WIB
    Pembuatan Visa <i>Online</i> Disebut Buat Biro Jasa Tak Berkutik
    Ilustrasi visa (Foto: Antara).



    Jakarta: Kebijakan Visa Online (eVisa) yang diluncurkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada Oktober 2020, membuat para biro jasa tak berkutik. Sebab, perpanjangan visa bisa dilakukan melalui gadget.

    Kasubdit Visa Direktorat Jenderal imigrasi, Oeray Gufran Maryudha, mengatakan kepengurusan visa secara online yang hanya perlu mengakses visa-online.imigrasi.go.id otomatis memudahkan warga maupun perusahaan. Pelaku bisnis negara asing, warga negara asing (WNA), dan warga negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri tak perlu repot lagi saat mengatasi masalah izin tinggal mereka.

     



    "Hal ini pun sudah mendapat apresiasi dari semua yang melakukan pengurusan secara online," kata Oeray melalui keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021.

    Oeray menyebut pengurusan eVisa tak lagi memberi ruang gerak bagi para biro jasa. Masyarakat bisa langsung mengakses semua keperluannya secara online.

    "Dengan kemudahan ini jadi tidak perlu lagi menggunakan biro jasa karena kemudahan yang diberikan, semua semua bisa mengakses atas kemudahan dan inovasi yang disiapkan Ditjen Imigrasi," kata dia.

    Menurut Oeray, di website yang sudah disiapkan masyarakat hanya perlu masuk dan melengkapi semua berkas yang diperlukan. Bahkan, pembayaran pengurusan  dilakukan secara online dengan membayar ke bank yang sudah ditentukan.

    "Setelah semua syarat lengkap, dan pembayaran rampung, paling lambat dalam 5 hari ke depan notifikasi akan masuk ke email si pemohon. Selanjutnya notifikasi itu bisa langsung digunakan tanpa mendatangi kantor perwakilan Indonesia," kata dia.

    Baca: WNA Diminta Manfaatkan Pembuatan Visa Online

    Meski diajukan secara online, kata dia, Direktorat Jenderal Imigrasi tetap mengedepankan aspek keamanan pada proses verifikasi. Mulai dari mengecek PT-nya bodong atau tidak, verifikasi KTP ke Ditjen Adminduk, serta verifikasi NPWP ke Ditjen Pajak.

    Apabila ada keraguan, pihaknya akan meminta kepada direktorat intelejen keimigrasian untuk mengecek informasi orang asing yang dimaksud secara langsung atau ke lapangan. "Kebijakan eVisa ini tidak menghilangkan kewenangan perwakilan RI di luar negeri untuk menerbitkan visa dalam keadaan tertentu, seperti keadaan darurat atau urgensi lainnya," kata dia.

    Oeray mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan pembatasan orang asing yang akan masuk ke Tanah Air dengan menghapus fasilitas Bebas Visa Kunjungan dan Visa Kunjungan Saat Kedatangan bagi orang asing. Izin masuk diberikan kepada orang asing dengan tujuan bisnis esensial dan mereka wajib memiliki penjamin.

    Peraturan ini bersifat sementara, sampai covid-19 dinyatakan berakhir oleh pemerintah. "Dan mengacu pada Permenkumham No. 26 tahun 2020, terkait permohonan visa untuk wisata dan pelajar masih ditutup," tegas dia.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id