Kasus Covid-19 pada Lansia Meningkat Pascalibur Lebaran

    Ferdian Ananda - 04 Juni 2021 05:41 WIB
    Kasus Covid-19 pada Lansia Meningkat Pascalibur Lebaran
    Lansia di DKI Jakarta mendapat vaksin covid-19. Medcom.id/Christian



    Jakarta: Kasus covid-19 pada lansia mengalami peningkatan pascalibur lebaran. Bahkan mengakibatkan 48,3 persen kematian di Indonesia.

    "Saat ini, jumlah kasus mulai meningkat, tetapi untuk lansia juga proporsinya hampir sama," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers Hari Lansia 2021, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Dia menjelaskan peningkatan penularan covid-19 pada kelompok lansia terjadi saat silaturahmi lebaran. Kementerian Kesehatan mencatat grafik peningkatan, rata-rata 5 ribu hingga 6 ribu kasus harian.

    Pihaknya menargetkan puncak laporan kasus covid-19 usai mobilitas penduduk selama libur lebaran termonitor pada pertengahan Juni 2021. "Khusus untuk lansia, upaya pencegahan melalui sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat telah dilakukan pemerintah, jauh sebelum perayaan Idulfitri. Nanti juga akan kita lakukan evaluasi lebih lanjut," tutur dia.

    Dante menuturkan upaya pemerintah agar lansia tidak terpapar covid-19 melalui vaksinasi. Dia berharap vaksinasi tetap masif meski terjadi peningkatan kasus.

    "Vaksimasi ini yang ada di beberapa tempat bisa melindungi lansia, supaya angka kematian tidak terlalu tinggi," tutur dia.

    Pemerintah juga akan menambah sasaran pemberian vaksinasi covid-19 ke kelompok umur pra-lansia, dimulai dari usia 50 tahun ke atas. Kebijakan ini diambil dengan dasar kelompok pra-lansia ialah kelompok usia paling rentan kedua setelah lansia dan perlu dilindungi.

    "Kita persiapkan dalam lima tahun ke depan. Jadi pada saat mereka masuk lansia, mereka mempunyai kualitas kehidupan yang baik secara sosial, psikis dan secara fisik," papar dia.

    (Baca: Menkes Akui Vaksinasi untuk Lansia Lebih Sulit)

    Dante mengaku pandemi covid-19 menyebabkan lansia dihadapkan pada risiko kerentanan yang tinggi. Dengan tingkat kematian mencapai 4 kali lebih besar dari angka kematian secara nasional.

    "Di rumah sakit tingkat kematian lansia lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan dengan kelompok lainnya," ujar dia.

    Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendorong keluarga-keluarga yang masih memiliki anggota keluarga dengan umur lanjut usia mendaftarkan diri dan ikut menerima vaksin Covid-19. Sebab, masyarakat yang masuk kategori lansia masih sedikit menerima vaksin covid-19.

    "Kalau disuruh cepat-cepatan disuruh vaksin, yang muda tentu lebih cepat dari yang tua. Mereka kesulitan. Jadi bagi keluarga yang masih punya ayah, ibu, tante, hingga paman yang usianya lansia diajak (vaksin). Tolong jelaskan ke mereka, kalau mereka terkena (Covid-19) kemungkinan wafatnya lebih besar dibanding anak muda yang memiliki kemungkinan sembuh yang sangat besar," ujar Budi.

    Lansia di Indonesia menyumbang kasus positif covid-19 sebesar 10 persen. Namun angka kematian tertinggi mencapai 50 persen akibat covid-19 dialami pasien yang masuk dalam golongan lansia.

    Budi memastikan vaksin yang saat ini didistribusikan di Indonesia terbukti aman dan bermanfaat menguatkan antibodi tubuh di tengah terpaan virus SARS-CoV-2.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id