Cuaca Ekstrem Akibat Tekanan di Belahan Bumi Utara Menurun

    Antara - 05 Januari 2020 11:42 WIB
    Cuaca Ekstrem Akibat Tekanan di Belahan Bumi Utara Menurun
    Ilustrasi - Medcom.id
    Jakarta: Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan cuaca ekstrem masih terjadi di wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan. Deputi bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo mengatakan cuaca ekstrem diakibatkan berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU).

    Sedangkan di Belahan Bumi Selatan (BBS) tekanan rendah meningkat. Akibatnya, potensi hujan lebat disertai angin kencang melanda Indonesia.
     
    "Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan kedepan," kata Mulyono seperti yang dikutip dari Antara, Jakarta, Minggu,5 Januari 2020.

    Mulyono menyampaikan cuaca ekstrem juga disebabkan meningkatnya aktifitas Monsun Asia. Ini akan menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.

    "Serta meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator," jelas Mulyono.

    Sementara itu, berdasarkan model prediksi, aktifitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan. Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia.

    Berdasarkan kondisi tersebut, cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

    Pada periode 5-8 Januari 2020 terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat,Jawa Tengah,DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    Sementara untuk periode 9-12 Januari 2020 kondisi yang sama terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    Adapun, potensi ketinggian gelombang laut di wilayah Indonesia hingga mencapai lebih dari 2,5 meter dapat terjadi di beberapa wilayah perairan antara lain Laut Natuna Utara, Laut Jawa Bagian Timur, Perairan Utara Kepulauan Anambas- Kepulauan Natuna, Perairan Selatan Jawa Barat Hingga Sumba, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian Selatan, Perairan Pulau Sawu - Rote, Samudra Hindia Selatan Jawa Hingga NTT, Laut Banda, Perairan Kepulauan Kai-Aru, Laut Sulawesi Bagian Timur.



    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id