225 Kebun Bibit Disiapkan Hijaukan Lebak-Bogor

    Media Indonesia - 12 Januari 2020 17:15 WIB
    225 Kebun Bibit Disiapkan Hijaukan Lebak-Bogor
    Menteri LHK Siti Nurbaya meninjau kebun bibit di Desa Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu, 11 Januari 2020. Foto: Kementerian LHK
    Jakarta: Sebanyak 225 kebun bibit disiapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk memasok tanaman penghijauan di Lebak, Banten, dan Bogor, Jawa Barat. Tanaman disiapkan untuk mencegah bencana longsor dan banjir yang kerap melanda kedua daerah itu.

    "Banjir dan longsor jadi tanda terjadinya kerusakan lingkungan, terutama bentang alam yang cukup serius. Menjadi tekad pemerintah untuk melakukan pemulihan lingkungan," kata Menteri LHK Siti Nurbaya, melalui keterangan tertulis, Minggu, 12 Januari 2020.

    Siti meninjau kebun bibit desa (KBD) di Desa Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu, 11 Januari 2020 petang. Saat kunjungan itu, Siti menyatakan akan dibentuk 100 KBD di Bogor dan 125 di Lebak. Bibit dari 225 KBD ini akan dibagikan gratis ke masyarakat sebagai upaya pemulihan alam.

    Kebun Bibit Desa Gunung Kencana saat ini memiliki 60 ribu batang bibit, terdiri atas sengon, jengkol, dan menyusul jenis durian dan akar wangi atau vetiver.  

    "Tanaman tebing akar wangi diujicobakan pada tebing-tebing setinggi 2-4 meter yang ada di sekeliling kebun bibit yang berkontur perbukitan menghadap Gunung," kata Siti.

    Pasokan tanaman ini diharapkan bisa menghijaukan minimal 4.000 hektare lahan di Lebak dan 2.500 hektare lahan di Bogor. Pemerintah menargetkan program penghijauan ini akan berjalan dalam kurun tiga bulan ke depan.

    "Dimulai Januari ini. Segera setelah akses mobilisasi pulih pascabencana," kata dia.

    Siti berharap upaya penghijauan juga didukung korporat sebagai bagian dari reklamasi dan rehabilitasi eks tambang. Termasuk dalam skema dana tanggung jawa sosial (CSR) perusahaan. Menurutnya, aturan ini sesuai dengan PP 78 Tahun 2010. 

    "Skema-skema tersebut sedang dianalisis KLHK. Yang jelas, dari dana APBN, sudah bisa mencakup 225 kebun bibit desa di Lebak dan Bogor (kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak) dengan masing-masing sekitar 60 ribu bibit. Total bisa menjadi 13,5 juta bibit yang dapat menanami seluas 19.300 hektare," terang Siti.

    Selain upaya penghijauan dan zonasi wilayah konservasi, Kementerian LHK juga melakukan investigasi terkait kerusakan alam di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Investigasi terdiri atas aktivitas perambahan hutan dan penambangan tanpa izin yang dilakukan baik oleh korporat maupun masyarakat.

    "Kami sudah pelajari dokumennya. Para Dirjen terkait sudah ditugaskan turun langsung ke lapangan, yaitu Dirjen Konservasi, Dirjen DAS-LH (Daerah Alisan Sungai dan Hutan Lindung), dan Dirjen Gakkum (Penegakan Hukum)," ujar Siti. 






    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id