Indonesia Diminta Mewaspadai Virus Korona

    Siti Yona Hukmana - 25 Januari 2020 19:35 WIB
    Indonesia Diminta Mewaspadai Virus Korona
    Ilustrasi. Foto: Antara/Reno
    Jakarta: Indonesia diminta waspada terhadap wabah virus korona. Virus mematikan tipe Novel Coronavirus (nCoV) itu telah masuk ke negara tetangga.

    "Kasus ini sudah masuk ke Malaysia, Singapura, Thailand, Nepal. Maka itu, Indonesia tidak boleh lengah dengan adanya kasus di negara tetangga berdekatan dengan kita," kata Konsultan Medis Media Group dr. Chairudin kepada Medcom.id, Sabtu, 25 Januari 2020.

    Chairudin memerinci sudah ada tiga kasus virus korona di Malaysia. Sedangkan, ada lima kasus di Thailand, tiga kasus di Singapura, dan satu di Nepal.

    Jumlah kasus korona di beberapa negara lain lebih banyak. Sebut saja Tiongkok yang sudah mencapai 1.355 kasus dengan total pasien meninggal 41 orang. 

    Sementara Prancis ada tiga kasus, Hongkong lima kasus, Makau dua kasus, Jepang tiga kasus, Korea Selatan dua kasus, Amerika dua kasus, Vietnam dua kasus, Australia empat kasus, dan Taiwan tiga kasus.  "Itu data terbaru siang ini. Prediksi ahli, ini akan bertambah terus," ujarnya. 

    Chairudin memastikan virus ini sangat berbahaya. Apalagi, dokter yang menangani pasien korona di Wuhan, Tiongkok ikut menjadi korban. 

    "Satu dokter meninggal dalam menangani kasus ini. Ini mengingatkan kita akan kasus SARS masa lalu," paparnya. 

    Sebelumnya, pekerja PT Huawei Tech Investment yang berada di Gedung BRI 2, Jakarta, diduga terjangkit virus korona. Pekerja itu merupakan warga Tiongkok.
     
    Pekerja tersebut tengah berkunjung ke Jakarta dan mengalami demam. Pihak perusahaan langsung mengevakuasi dan memeriksa kondisi pekerja tersebut ke rumah sakit. Berdasarkan hasil diagnosa medis, pekerja itu ternyata sakit radang tenggorokan.

    Kemudian, menyusul itu ada satu pasien Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial R dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso pada Rabu, 22 Januari 2020. Dia baru saja melakukan perjalanan dari Tiongkok.

    Tim dokter menduga pasien ini terserang virus korona, karena mengalami gejala batuk, demam dan sesak napas.  Makanya, ia dirawat di ruang isolasi demi mewaspadai penularan. Setelah menjalani tes, pasien ini negatif korona. Dia mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).





    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id