Keterlibatan WNI di Bom Filipina Masih Buram

    Arga sumantri - 05 Agustus 2018 12:29 WIB
    Keterlibatan WNI di Bom Filipina Masih Buram
    Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi.
    Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian masih menyelidiki kepastian soal warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat serangan bom bunuh diri di Filipina. Polri masih mendalami info ini.

    "Kita sama otoritas dan polisi Filipina sana kerja sama (menyelidiki)," kata Tito di Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 5 Agustus 2018.

    Dari informasi yang didapat, Tito menyebut terduga pelaku bom bunuh diri bukan WNI, melainkan warga Maroko. Namun, kata Tito, kebenaran informasi itu masih perlu dikonfirmasi. 

    "Infonya adalah warga negara Maroko. Kalau enggak salah pelakunya dari Afrika Selatan. Belum terkonfirmasi," ucap Tito.

    Seorang WNI diduga terlibat dalam insiden bom mobil di Filipina Selatan pada Selasa, 31 Juli 2018. Lokasi ledakan bom tepatnya di kawasan Lamitan, Basilan, dekat pos militer Filipina. 

    Otoritas Filipina melaporkan setidaknya 10 orang tewas dalam insiden itu. Empat di antaranya merupakan anggota militer Filipina, sisanya warga sipil. 

    Baca: Polri Menelusuri Dugaan WNI Mengebom di Filipina

    Informasi dugaan keterlibatan WNI datang dari laporan Manila Buletin. Laporan menyebutkan kalau salah satu korban adalah WNI yang membawa mobil berisi bahan peledak itu. 

    Kementerian Luar Negeri (Kemlu) masih mencari informasi apakah WNI itu termasuk korban atau pelaku. Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI Lalu Muhammad Iqbal menyebut pihaknya sudah meminta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao mencari informasi resmi. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id