Kemensos Rehabilitasi Anak Pelaku Teror Bom Surabaya

Whisnu Mardiansyah - 12 Juni 2018 21:45 wib
Menteri Sosial Idrus Marham. (Foto: Medcom.id/Whisnu
Menteri Sosial Idrus Marham. (Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah).

Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) menerima tujuh anak pelaku teror bom di Surabaya beberapa waktu lalu. Ketujuh anak itu akan menjalani proses rehabilitasi di bawah pengawasan Kemensos.

"Setelah dilakukkan perawatan awal lalu kemudian Kapolda Jatim tadi siang menyerahkan kepada Kemensos untuk dibina lebih lanjut sesuai dengan aturan yang ada," kata Menteri Sosial Idrus Marham di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa, 12 Juni 2018. 

Ketujuh anak itu terdiri dari 3 laki-laki dan 4 perempuan. Salah satunya merupakan anak yang sempat diselamatkan polisi saat insiden bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. 

"Umurnya rata-rata 6-11 tahun paling tinggi adalah umur 14-15," kata Idrus. 

Baca juga: Anak Terduga Teroris di Jatim Ingin Bersekolah

Selanjutnya, mereka akan direhabilitasi di sebuah panti milik Kemensos yang masih dirahasiakan tempatnya. Idrus sengaja merahasiakan tempatnya karena faktor keamanan serta kondisi psikis anak yang belum stabil.

"Kita tempatkan di tempat yang baik yang layak dan saya punya keyakinan nanti anak-anak setelah satu dua hari melakukan adaptasi," jelas Idrus. 

Idrus belum bisa memastikan berapa lama anak-anak ini menjalani proses rehabilitasi. Tergantung sejauh mana proses asesmen dan perkembangan psikis dan fisik sang anak. 

"Yang paling penting adalah pemahaman tentang ajaran agama dan betul bersih tentang ajaran radikalisme," ujarnya. 

Sebelumnya, Polda Jawa Timur menyerahkan tujuh anak pelaku teror di Surabaya dan Sidoarjo ke Kemensos di Mapolda Jatim pada Selasa, 12 Juni 2018. Diserahkannya tujuh anak itu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dari sisi psikologis.

Baca juga: Anak Pelaku Teror Diserahkan ke Kemensos

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat penyerahan menjelaskan tujuh anak itu terdiri dari satu anak pelaku teror di Mapolrestabes Surabaya, tiga anak pelaku teror di Rusunawa Ngelom, Sidoarjo, dan tiga anak pelaku di Manukan, Surabaya yang telah selesai perawatan medisnya di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

"Untuk psikologis kami sudah berkoordinasi segala pihak. Hari ini diserahkan ke Kemsos untuk mendapatkan perawatan selanjutnya yang lebih baik lagi dengan ditempatkan di tempat khusus. Bisa di mana-mana di Jatim. Yang paling penting memberikan pemahaman keagamaan yang normal," katanya.


(HUS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.