Kasus Pemukulan Guru SD di Matraman Berujung Damai

    Zaenal Arifin - 14 Februari 2020 04:05 WIB
    Kasus Pemukulan Guru SD di Matraman Berujung Damai
    Ilustrasi. Media Indonesia
    Jakarta: Seorang oknum guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, memukul muridnya berinisial RH. Akibatnya, mata kanan bocah kelas 6 SD itu mengalami lebam.

    Kapolsek Matraman Kompol Tedjo Asmoro insiden itu terjadi pada Selasa, 11 Februari 2020. Kejadian bermula saat RH sedang bermain bola bersama sejumlah temannya di lingkungan sekolah.

    "Sudah dilarang karena lagi ada ujian, tapi namanya anak-anak kan jadi tetap main. Mungkin gurunya juga kelepasan sehingga memukul," kata Tedjo di Matraman, Jakarta Timur, Kamis, 13 Februari 2020.

    Mendapat bogem mentah dari sang guru RH mengadu kepada orang tuanya. Orang tua RH meradang dan menyambangi pihak sekolah.

    Kasus itu juga sempat sampai di kepolisian. Namun, setelah melalui proses mediasi di Unit Reskrim Polsek Matraman, kasus pemukulan itu berujung damai.

    "Besoknya hari Rabu (12 Februari), masalah sudah selesai. Kita mediasi bersama pihak Kelurahan, jadi pihak orang tua dan sekolah bertemu," ujarnya.

    Tedjo menuturkan pihak keluarga sepakat tak membuat laporan sehingga kasus tak berlanjut di ranah hukum. Sementara, pihak sekolah sudah memberikan sanksi kepada oknum guru yang sudah bersatus pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu.

    "Selesai secara kekeluargaan. Kita juga menyesalkan tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut," tuturnya.

    Kasus Pemukulan Guru SD di Matraman Berujung Damai
    Ilustrasi. Foto: Antara/R Rekotomo

    Kepala SDN 01 Matraman Tatang Capetang memastikan oknum guru berinisial F tidak diperbolehkan mengajar sementara waktu. F juga sudah diadukan ke Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta untuk diproses lebih lanjut.

    "(Sanksi) administratif untuk tidak dulu bekerja, mencegah hal yang tidak-tidak. Yang bersangkutan juga sudah mengakui perbuatannya," kata Tatang.

    Tatang meminta maaf kepada orang tua RH dan berterima kasih lantaran bersedia menyelesaikan kasus pemukulan itu secara kekeluargaan. Sekolah juga menjamin seluruh biaya pengobatan mata kanan RH.

    "Kami sangat prihatin, kami telah mediasi dengan pihak keluarga dan sepakat masalah diselesaikan secara kekeluargaan," ucap Tatang. 

    Kasus pemukulan terhadap RH viral setelah salah satu kerabat orang tua mengunggahnya di media sosial.





    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id