comscore

Andesit Demi Bendungan, Menyibak Bara di Desa Wadas

MetroTV - 13 Februari 2022 22:35 WIB
Andesit Demi Bendungan, Menyibak Bara di Desa Wadas
Kecamuk warga di Desa Wadas karena pembangunan Bendungan Bener. Dok Medcom
Banyak orang tidak mengenal Wadas. Ini nama desa di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang lagi ramai di media. Warga Desa Wadas protes keras terhadap pembangunan Bendungan Bener. Warga Wadas khawatir pembangunan Bendungan pada akhirnya akan mematikan sumber air yang selama ini menjadi penopang kehidupannya.

Desa Wadas memiliki luas wilayah 405.820 hektar yang sebagian besar berupa tanah kering dan perkebunan yang terletak di lahan berbukit. Penghasilan sebagian besar warga Desa didapat dari sektor pertanian dan perkebunan. Sebut saja komoditas aren, kapulaga, durian, kelapa, jati dan mahoni. Tidak hanya itu Desa Wadas bahkan  merupakan salah satu Desa yang produktif dibuktikan dengan penghasilan komoditas yang mencapai RP 8,5 Miliar per tahun. Komoditas kayu keras saja mencapai RP 1,5 Miliar per tahunnya.
Kini, tidak jauh dari lokasi Desa ini pemerintah sedang membangun Bendungan Bener. Tidak tanggung-tanggung, Bendungan Bener memiliki status sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Bendungan ini akan mengairi wilayah seluas lebih dari 15.000 hektar. Bahkan, sebagian air bendungan juga akan digunakan untuk menopang kegiatan di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Baca Juga:
'Hujan' Sembako Diharapkan Bantu Masyarakat Hadapi Pandemi


Perlawanan warga pada Selasa (8/2) seperti menyibak bara yang selama ini terpendam. Kekhawatiran akan kehilangan sumber penghidupan menyeruak menjadi kecamuk dan perlawanan. Betapa tidak, warga Wadas selama ini sangat mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai mata pencaharian nya. Sementara batuan andesit yang ada di sekitar wilayah perbukitan Desa Wadas akan diledakkan dan digunakan sebagai material bangunan bendungan.    

Mengapa warga Wadas melawan? 
Ikhwalnya adalah tentang perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Bedasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 27 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, Desa Wadas ditetapkan sebagai Kawasan perkebunan. Di tahun 2018 ketenangan warga Wadas terusik dengan keluarnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah yang menetapkan bahwa Desa tersebut berubah fungsinya. Desa Wadas ditetapkan menjadi lokasi penambangan batuan andesit (quarry) yang diperuntukkan sebagai material pembangunan Waduk Bener.

Keputusan Pak Gubernur Ganjar Pranowo itu dikeluarkan beriringan dengan penetapan Bendungan Bener sebagai salah satu Proyek  Strategis Nasional. Proyek yang tanggungjawab pelaksanaannya di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini punya anggaran jumbo. Proyek Bendungan Bener menelan anggaran sebesar 2,06 Triliun. Anggaran sebesar itu berasal dari APBN pemerintah pusat dan APBD pemerintah Jateng. Anggaran pembangunan bendungan ditetapkan tahun 2018 dan proyek ditargetkan rampung tahun 2023.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id