Tiket Pesawat Mahal, PT. KAI Kebanjiran Pemudik

    Candra Yuri Nuralam - 26 Mei 2019 11:53 WIB
    Tiket Pesawat Mahal, PT. KAI Kebanjiran Pemudik
    Pemudik di Stasiun Pasar Senen - Medcom.id/Faisal Abdalla.
    Jakarta: Direktur Utama PT. KAI Edi Sukmoro mengakui adanya peningkatan jumlah pemudik yang beralih dari pesawat menggunakan kereta api dalam massa angkutan mudik Lebaran 2019. Lonjakan ini membuat PT. KAI sedikit kewalahan.

    "Sebenarnya pasti ada namun demikian tapi modelnya ketersediaan tempat duduk. Nggak bisa melebihi itu karena kereta api one man one sit sehingga kalau armada nggak disiapin lebih dari itu ya nggak akan bisa," kata Edi di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Mei 2019.

    Namun, kata Edi, peningkatan penumpang tidak terlalu signifikan. Edi belum bisa memberikan angka pasti jumlah pemudik yang 'move on' dari pesawat ke kereta api.

    PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II memperkirakan jumlah penumpang pesawat untuk mudik Lebaran tahun ini tumbuh 3,2 persen. Angka itu merosot dibandingkan dengan rata-rata kenaikan jumlah penumpang pesawat pada masa mudik Lebaran di tahun-tahun sebelumnya.
     
    (Baca juga: Penumpang Pesawat Selama Mudik Lebaran Diprediksi Tumbuh 3,2%)

    "Dibanding tahun lalu ada pertumbuhan, tidak ada penurunan. Tapi tahun-tahun kemarin (pertumbuhannya) 5,6 persen, dulu pernah 12 persen," kata Direktur Operasi dan Teknik AP II Djoko Murdjatmojo, dalam paparan bincang-bincang media sekaligus buka puasa bersama di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2019.
     
    Menurut Djoko, penurunan jumlah penumpang pesawat pada mudik Lebaran tahun ini akibat adanya peralihan ke moda lain, seperti moda darat dan kereta api. Pada moda darat, ketersambungan ruas tol yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya jadi alasan utama penurunan penumpang pesawat udara. 

    "Kami hitung beberapa hari lalu bersamaan dengan operasi di perhubungan belum mempertimbangkan turunnya harga tiket. Kami akan menghitung ulang," ungkap Djoko.
     
    Memang, beberapa maskapai penerbangan mulai melakukan penyesuaian terhadap harga tiket pesawat. Hal ini imbas penurunan tarif batas atas pesawat sebesar 12-16 persen untuk peswat jet dan kelas ekonomi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) seiring terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id