Polisi Diminta Menindak Tegas Pengendara Mabuk

    Arga sumantri - 29 Desember 2019 18:10 WIB
    Polisi Diminta Menindak Tegas Pengendara Mabuk
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Polda Metro Jaya diminta menindak tegas pengendara yang mabuk di jalanan. Ini menyusul maraknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan pengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat terlarang. 

    "Saya mendorong Kapolda Metro Jaya untuk segera mengambil tindakan tegas dan melakukan tindakan pencegahan agar hal ini tidak kembali terjadi," kata Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni di Jakarta, Minggu, 29 Desember 2019. 

    Sahroni menyarankan polisi menerjunkan lebih banyak personel di titik-titik rawan yang dilalui pengendara mabuk. Misalnya, kawasan Senopati atau Jalan Gunawarman Jakarta Selatan.

    "Polisi perlu banyak untuk mengawasi orang-orang yang baru keluar dari kelab malam. Jika mereka mabuk, maka enggak boleh nyetir," ujarnya. 

    Sahroni menambahkan polisi juga bisa bekerjasama dengan pengelola cafe maupun kelab malam. Ini guna memastikan pengunjungnya tidak menyetir ketika mabuk atau hilang kesadaran.

    “Saya juga meminta Kapolda Metro Jaya untuk bekerja sama dengan pihak pengamanan di kelab malam maupun cafe yang ada di Senopati atau Gunawarman agar lebih ketat mengawasi pengunjungnya," ujarnya.

    Politikus Partai NasDem itu menuturkan pencegahan juga bisa dilakukan dengan razia menggunakan alat pengukur kandungan alkohol dalam darah. Melalui tes ini polisi dapat mengetahui jika seseorang berada di bawah pengaruh alkohol atau tidak, dan bisa dicegah untuk mengemudikan kendaraan. 

    Pola ini, kata dia, dilakukan di negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris. "Jika di negara asing ada peraturan seperti ini, maka kita juga perlu menegakkan aturan yang berlaku di Republik Indonesia" paparnya. 

    Tabrakan lalu lintas akibat pengemudi mabuk atau dipengaruhi obat terlarang belakangan ramai terjadi. Sebuah mobil BMW dengan nomor polisi B 610 MAG menabrak apotek di Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu dini hari, 28 Desember 2019. Pengemudi diketahui di bawah pengaruh alkohol.

    Pada hari yang sama, pengendara mini bus Toyota Avanza juga menabrak tujuh orang pesepeda di Jalan Sudirman. Hasil tes menunjukkan bahwa sang pengemudi berinisial TP, aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Polres Jakarta Selatan itu, positif mengonsumsi narkoba.



    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id