Pemilik Lamborghini Terancam Pasal Perlindungan Satwa

    Jufriansyah - 26 Desember 2019 13:51 WIB
    Pemilik Lamborghini Terancam Pasal Perlindungan Satwa
    Pajangan harimau Sumatra milik pengemudi koboi AM disita polisi. Foto: Medcom.id/Jufriansyah
    Jakarta: AM, pemilik Lamborghini yang bertingkah seperti koboi, terancam pasal berlapis. Dia kedapatan memiliki satwa dilindungi yang diawetkan di rumahnya di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel).

    "Itu satwa yang sudah hampir punah, populasi semakin rendah. Jangankan hidup atau mati, bagian-bagiannya pun tidak boleh (dimiliki)," kata Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Deni Rohendi, di Pejaten Barat, Kamis, 26 Desember 2019.

    Atas aksi koboinya, AM dijerat Pasal 335 dan 336 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perbuatan tidak menyenangkan dan pengancaman. Kini, dia juga dijerat Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21 huruf b dan d Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

    Temuan pajangan satwa langkah itu didapati Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Jaksel saat menggeledah rumah AM. Hewan yang diawetkan ini meliputi harimau Sumatra, burung cenderawasih, dan dua kepala rusa bawean. 

    "Saat ini kami sudah mengamankan empat hewan langka yang dikeraskan," kata Kapolres Metro Jaksel Komisaris Besar (Kombes) Bastoni Purnama usai penggeledahan rumah tersangka.

    AM berurusan dengan hukum setelah menodongkan senjata api kepada dua pelajar SMA di Kemang, Jaksel, Sabtu, 21 Desember 2019. Peristiwa itu bermula ketika pelaku yang mengemudikan supercar Lamborghini itu berpapasan dengan korban.

    Pelaku merasa diejak oleh kedua bocah. Dia naik pitam hingga mengeluarkan makian kasar kepada korban. Dari mobil bernomor polisi B 27 AYR itu, AM kemudian meletuskan tembakan peringatan agar korban tak kabur.

    Pada Minggu, 22 Desember 2019, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jaksel. Setelah penyelidikan, pemilik mobil pabrikan Italia itu ditangkap pada Senin, 23 Desember 2019, malam.
     
    Polisi menyita barang bukti berupa senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan sembilan peluru aktif. Kartu keanggotaan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), surat kendaraan, serta kartu izin menggunakan senjata juga dirampas.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id