Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas Tutup Usia

    Media Indonesia - 03 Januari 2020 07:06 WIB
    Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas Tutup Usia
    Yunahar Ilyas. Foto: Dok Muhammadiyah
    Jakarta: Salah satu ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yunahar Ilyas meninggal dunia. Yunahar mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Sarjito, Yogyakarta, Kamis, 2 Januari 2020, pukul 23.47 WIB.

    Kabar duka itu disampaikan ketua PP Muhammadiyah lainnya yakni Agus Taufiqurrahman. Agus, yang turut mendampingi di rumah sakit, mengatakan Yunahar sebelumnya bermasalah dengan ginjalnya dan sedianya akan melakukan operasi.

    "Prof Yunahar semula dalam rangka persiapan cangkok ginjal. Namun, karena kondisinya menurun, kemudian dirawat di ICU," jelas Agus dalam keterangan yang dikutip di laman resmi Muhammadiyah, Jumat, 3 Januari 2020.

    Saat ini, jenazah ulama yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu berada di Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro Nomor 23, Yogyakarta. Rencananya, jenazah Yunahar akan dibawa ke Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta pada pukul 10.30 WIB.

    Pelepasan jenazah akan dilakukan pada pukul 13.00 WIB setelah salat Jumat. Adapun jenazah akan dimakamkan di permakaman Karangkajen yang juga merupakan tempat permakaman pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

    Agus mengatakan Muhammadiyah kehilangan sosok Yunahar sebagai salah satu ulama besar yang sangat berdedikasi terhadap dakwah Islam.

    "Bahkan dalam kondisi kurang sehat pun beliau masih aktif berdakwah. Kajian dan karya-karya beliau selalu menginspirasi kami, generasi di bawah beliau," kenang Agus.

    Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh turut menyampaikan duka. Menurut dia, sosok Yunahar menjadi salah aatu ulama panutan di kalangan MUI.

    "Beliau (Yunahar) adalah sosok yang alim, bersahaja, konsisten dalam berpikir, bertutur kata, dan bertindak. Beliau juga sangat akrab dengan semua kalangan, sosok pengayom dan tokoh umat dan bangsa. Beliau menguasai ilmu keagamaan yang tinggi namun tetap rendah hati," kata Asrorun dalam keterangan tertulis, Jumat (3/1).

    Yunahar lahir di Bukittinggi, Sumarta Barat, pada 22 September 1956. Ia menjadi anggota Muhammadiyah sejak 1986.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id