Pengungsi Banjir Bandang Lebak Mulai Berkurang

    Cindy - 19 Januari 2020 23:42 WIB
    Pengungsi Banjir Bandang Lebak Mulai Berkurang
    Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat Sosialisasi kontra radikal yang diadakan Divisi Humas Polri di Banten, Rabu, 2 Agustus 2017. Foto: Metrotvnews,com/ Nur Azizah.
    Jakarta: Warga pengungsi korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten, mulai berkurang dari 5 ribu jiwa menjadi 2.105 jiwa. Mereka tersebar di Dodiklatpur, Ciuyah, Gedung PGRI Kecamatan Sajira dan Gedung GOR Futsal Lebak Gedong.
     
    "Semua warga pengungsi korban banjir bandang dan longsor dalam kondisi baik," kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dikutip dari Antara, Senin, 20 Januari 2020.

    Pemerintah daerah sebelumnya memperpanjang masa tanggap darurat yang berakhir 14 Januari 2020 menjadi 28 Januari 2020. Sebab masih banyak warga korban bencana banjir dan longsor tinggal di pengungsian.
     
    "Kami mengutamakan warga yang tinggal di pengungsian itu terpenuhi kebutuhan makan sehari-hari juga mendapat pengobatan," ucap Iti.

    Iti menambahkan masih ada satu desa di Gunung Julang Desa Lebak Situ terisolir akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi Rabu, 1 Januari 2020. Desa tersebut tidak bisa dilintasi angkutan darat akibat jembatan putus dan jalan yang dipenuhi limpur serta rawan longsor.
     
    Pihaknya menyalurkan logistik ke desa tersebut melalui jalur udara dan harus berjalan kaki hingga tiga kilometer. Meski sulit, pendistribusian logistik untuk warga yang tinggal di daerah itu terpenuhi melalui Posko Kampung Muhara dan Lebak Sangka.

    "Kami mendistribusikan logistik ke wilayah itu ke wilayah posko terdekat yakni di Kampung Muhara dan Lebak Sangka," ujar Iti.
     
    Sementara itu, warga Desa Calungbungur Kecamatan Sajira, Siti Khodijah mengaku anggota keluarganya hingga kini terpaksa tinggal di pengungsian di Posko Gedung PGRI Kecamatan Sajira. Mereka belum bisa kembali ke rumah karena bangunan rumah dan seluruh isi perabotan hanyut diterjang banjir bandang serta longsor.
     
    "Kami bertahan hidup kini di pengungsian sambil menunggu bantuan pembangunan hunian tetap atau huntap yang dibangun pemerintah," kata Siti.

    Bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak termasuk bencana terbesar sepanjang 10 tahun terakhir hingga menimbulkan korban jiwa. Sebanyak sembilan orang tewas dan dua orang diantaranya belum ditemukan.
     
    Selain itu, banjir bandang dan longsor mengakibatkan ribuan rumah warga mengalami rusak ringan hingga berat. Adapun 19 gedung sekolah rusak, 29 jembatan rusak berat dan
    18 pesantren rusak berat. Kerugian material akibat banjir bandang dan longsor mencapai puluhan miliaran rupiah.










    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id