comscore

Tes Covid-19 Secara Mandiri Harus Diawasi Tenaga Kesehatan

Kautsar Widya Prabowo - 08 April 2022 22:32 WIB
Tes Covid-19 Secara Mandiri Harus Diawasi Tenaga Kesehatan
Ilustrasi. Foto: Dok Medcom.id
Jakarta: Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menilai masyarakat yang melakukan tes covid-19 secara mandiri harus tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Terutama, apabila hasil tes menunjukkan reaktif atau positif. 

"Anda harus jujur, ketika rekatif atau positif berarti kita tidak boleh melakukan kegiatan atau isolasi," ujar Ketua Umum IAKMI Ede Surya Darmawan dalam diskusi virtual bertajuk Cegah Penularan, Ibadah Ramadhan Tetap Aman, Jumat, 8 April 2022. 
Selain itu, masyarakat yang melakukan tes covid-19 secara mandiri harus tetap melaporkan ke aplikasi PeduliLindungi. Hal ini untuk mencegah masyarakat terkonfirmasi positif covid-19 bebas beraktivitas. 

"Kalau tidak dilaporkan kita positif atau reaktif sangat berisiko ke orang lain," terangnya. 

Ede juga menilai pemerintah belum memiliki aturan yang kuat untuk mendukung pelaksanaan tes mandiri covid-19. Terutama terkait pengelolaan limbah medis. 

"Karena sampahnya (tes covid-19) berisiko (menularkan)," tuturnya. 

Baca: Pemerintah Ajak Seluruh Pihak Menyerukan Pentingnya Booster Sebelum Mudik

Ede menjelaskan meski terdapat pelonggaran tes covid-19, masyarakat yang baru saja berada di keramaian dianjurkan menjalani tes. Sebab, potensi penularan terjadi saat masyarakat bekerumun. 

"Kalau bapak ibu mengalami sakit bisa sedini mungkin diketahui bisa mendapatkan pertolongan dengan melakukan tes secepatnya," bebernya.

Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan pelaksanaan tes antigen secara mandiri dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, pengelolaan limbah medis.

"Jika masyarakat memilih untuk melakukan testing mandiri pastikan sudah cukup andal melakukannya dan pertimbangkan pula pengelolaan limbah medis setelah menggunakannya," ujar juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Jumat, 18 Maret 2022.

Sebelumnya, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menerbitkan panduan melakukan rapid test antigen untuk pengujian secara mandiri oleh masyarakat. Tes ini menggunakan metode swab dengan mengambil sampel dalam saluran pernapasan manusia.

Wiku menerangkan di Indonesia, metode diagnosa masih dilakukan tenaga profesional. Sebab, pengujian dengan metode swab membutuhkan kehati-hatian.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id