comscore

2 Tersangka Indosurya Bebas, Ratusan Korban Demo Depan Mabes Polri

Siti Yona Hukmana - 28 Juni 2022 12:46 WIB
2 Tersangka Indosurya Bebas, Ratusan Korban Demo Depan Mabes Polri
Ratusan korban Investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta demo di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan. Medcom.id/Siti Yona
Jakarta: Ratusan korban Investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta demo di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan. Mereka unjuk rasa buntut pembebasan dua tersangka, Henry Surya dan June Indria.

Pantauan Medcom.id, para pedemo mulai berkumpul di depan Gedung Museum Polri sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka membawa spanduk dan banner. Isinya menyuarakan hati kepada aparat penegak hukum hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Pak Presiden-Menko Polhukam masih ada keadilan dan hukum di negeri ini?" demikian salah satu isi tulisan dalam spanduk yang dibawa para korban.

Kuasa hukum korban Indosurya, Alvin Lim, mengatakan aksi ini adalah aspirasi masyarakat yang dieskpresikan secara damai. Para korban kecewa dengan Polri yang tak kunjung menuntaskan sejumlah kasus investasi bodong.

"Jadi, para korban ini terutama investasi bodong sangat kecewa dengan proses penegakkan hukum karena kenapa? Proses penegakan hukum investasi bodong yang besar tidak ada satupun yang disidangkan," kata Alvin di lokasi, Selasa, 28 Juni 2022.

Salah satunya, kata dia, kasus investasi bodong Indosurya. Menurut dia, kasus Indosurya tak kunjung tuntas di Bareskrim Polri.

"Jadi dari Indosurya itu lepas (bebas), berarti kan enggak disidangkan, enggak P21 (berkas lengkap)," ujar Alvin.
 

Baca: 2 Tersangka Indosurya yang Bebas Dikenakan Wajib Lapor


Alvin mengatakan para korban datang dari Jakarta, Bandung, dan Solo. Mereka disebut sedih karena kehilangan uang. Kerugian sejumlah kasus investasi bodong itu disebut mencapai triliunan rupiah.

"Kerugian korban Indosurya Rp36 triliun. KSP lainnya, Mahkota Rp7,5 triliun, Narada Rp8 triliun, dan Binapadi Rp10 triliun," beber Alvin.

Alvin memandang mandeknya kasus Indosurya tak terlepas dari adanya oknum yang berperan. Dia menilai bukan institusi Polri yang bobrok, melainkan anggota Polri. Dia berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenahi kebiasaan buruk anggota.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id