Mensos: Jangan Sepelekan Peringatan Bencana dari BMKG

    Antara - 21 Juli 2021 15:35 WIB
    Mensos: Jangan Sepelekan Peringatan Bencana dari BMKG
    Menteri Sosial Tri Rismaharini. DOK Istimewa



    Jakarta: Menteri Sosial Tri Rismaharini mengimbau jajarannya tidak menyepelekan peringatan bencana yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Risma meminta jajarannya melakukan langkah antisipatif.

    "Saat kejadian gempa di Palu, BMKG sudah mengingatkan, karena tidak ada respons korbannya banyak. Karena itu, jangan sampai terjadi, tolong segera dilakukan langkah antisipatif," kata Risma di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Risma menyiapkan empat langkah antisipatif menghadapi bahaya bencana. Pertama, mempelajari kearifan lokal masyarakat agar lebih memahami dan menyiapkan langkah menghadapi dampak bencana.

    Salah satunya, saat Risma berkunjung ke Pulau Simelue, Aceh. Masyarakat telah sadar melakukan evakuasi ketika gempa dan tsunami meski tidak dengan peralatan canggih sehingga minim korban.

    Kedua, Risma menginginkan jajarannya menggandeng pihak-pihak terkait untuk komunikasi publik. Sehingga akses komunikasi tidak terputus, seperti kejadian bencana Siklon di Nusa Tenggara Timur.

    Risma meminta pihaknya bekerja sama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dan Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI). Kedua lembaga itu secara teknis menguasai kondisi bencana di lapangan dan bisa membantu komunikasi saat terjadi bencana.

    (Baca: Warga Ternate Diminta Waspadai Bencana Longsor)

    Risma menuturkan pihaknya berkonsentrasi memberikan bantuan di NTT. Namun, ada wilayah lain yang dampaknya lebih berat akibat terputusnya komunikasi.

    "Itu karena komunikasi kita terputus, padahal saya sudah mengirim barang dari Surabaya," kata Risma.

    Ketiga, Risma meminta jajarannya tidak meremehkan prakiraan yang dibuat BMKG. Sebab, sudah dikaji secara akademis dan disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan dan kebenaran BMKG bisa diyakini.

    Keempat, jajaran Kementerian Sosial hingga Dinas Sosial diminta lebih mengerti kebutuhan warga setempat. Khususnya untuk mengurangi korban anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas.

    "Banyak korban disabilitas, korban tuli, tunanetra, karena dia tidak tahu apa yang terjadi. Sehingga, saat orang melarikan diri, beliau menjadi korban, karena tidak tahu dan tidak mengerti harus bagaimana," kata Risma.

    Dia mengusulkan rumah yang terdapat anak-anak, lansia, maupun penyandang disabilitas di daerah rawan bencana diberi tanda-tanda tertentu. Sehingga, mereka bisa siegera dievakuasi.

    Risma menekankan bencana bisa dihindari. Asal mau belajar mengerti dengan benar cara mengevakuasi diri dan menyelamatkan diri.

    Dia juga meminta jajarannya membentuk grup komunikasi lintas jajaran secara kewilayahan untuk mempermudah menjalin komunikasi. Serta mempercepat evakuasi serta penanganan bencana di suatu daerah.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id