Kasus Aktif Covid-19 Naik Dua Kali Lipat dalam Dua Bulan

    Theofilus Ifan Sucipto - 07 Januari 2021 11:29 WIB
    Kasus Aktif Covid-19 Naik Dua Kali Lipat dalam Dua Bulan
    Kepala BNPB Doni Monardo. Dok. BNPB
    Jakarta: Kasus aktif covid-19 di Indonesia naik lebih dari dua kali lipat selama November hingga Rabu, 6 Januari 2021. Lonjakan kasus ini dikhawatirkan membebani tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

    “Terjadi peningkatan dua kali lipat kasus aktif. Pada awal November 2020 sebanyak 54 ribu orang, kemarin (Rabu, 6 Januari 2021) lebih dari 110 ribu orang dan sorenya mencapai 112 orang,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 7 Desember 2021.

    Penambahan kasus aktif berarti pasien covid-19 yang perlu dirawat semakin bertambah. Namun, peningkatan kasus aktif tak sebanding dengan jumlah rumah sakit dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Dia khawatir pasien yang butuh perawatan menjadi tak bisa dilayani.

    Doni juga menyebut jumlah warga yang dirawat beriringan dengan tenaga kesehatan yang terpapar covid-19. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan saat 507 tenaga kesehatan dinyatakan gugur selama pandemi.

    “Sehingga, perlu ada langkah-langkah yang tepat dan terukur agar kasus aktif tidak meningkat,” terang dia.

    Baca: Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Kabupaten Bogor Over Kapasitas

    Salah satu langkahnya, memperluas penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa dan Bali. Pembatasan mulai diberlakukan pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

    “Perlu ada perlindungan segera agar fasilitas-fasilitas kita tidak mengalami kepanikan, dan tenaga kesehatan serta dokter harus dapat perlindungan,” tutur Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.

    Pemerintah membatasi kegiatan masyarakat dengan memberlakukan PSBB di 23 kabupaten/kota dan DKI Jakarta. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Airlangga Hartarto, menyebut PSBB diberlakukan jika salah satu dari empat parameter terpenuhi.
     
    PSBB berlaku jika tingkat kematian di atas rata-rata nasional atau tiga persen; tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional yaitu 82 persen; atau, tingkat kasus aktif lebih tinggi dari angka nasional di 14 persen. PSBB juga berlaku bila tingkat okupansi rumah sakit untuk ICU dan isolasi di atas 70 persen.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id