Identifikasi Korban Dipengaruhi Kelengkapan Data Antemortem dan Postmortem

    Kautsar Widya Prabowo - 10 Januari 2021 17:54 WIB
    Identifikasi Korban Dipengaruhi Kelengkapan Data Antemortem dan Postmortem
    Komandan DVI Polri Kombes Hery Wijatmoko dalam konferensi pers kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di RS Polri, Jakarta Timur, Minggu, 10 Januari 2021. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
    Jakarta: Kecepatan identifikasi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dipengaruhi kelengkapan data postmortem dan antemortem. Postmortem didapat dari bagian tubuh atau akesoris yang korban kenakan, sedangkan antemortem didapat dari data yang dimiliki keluarga korban seperti kecocokan DNA.

    Komandan Disaster Victim Identification (DVI) Polri, Kombes Hery Wijatmoko, menjelaskan proses pencocokan data korban dan data keluarga korban dibagi menjadi dua kategori. Identifikasi primer dan sekunder.

    "Indentifikasi primer meliputi tiga hal, ada DNA, sidik jari, data gigi atau ortodologi data. Apabila salah satu, salah dua, atau tiga-tiganya match (cocok), berarti dia (korban) akan teridentifikasi," ujar Hery dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, Minggu, 10 Januari 2021.

    Baca: Rekaman CCTV saat Boarding SJ-182 Dipakai untuk Identifikasi Korban

    Sementara itu, identifikasi sekunder meliputi rekam medis hingga barang-barang milik korban yang digunakan saat penerbangan. Lengkap tidaknya data, terutama pada data primer, akan memengaruhi proses identifikasi.

    "Apabila yang ditemukan itu tidak available (tersedia) dengan data yang tadi (data primer dan sekunder), kita akan kesulitan melakukan identifikasi," tuturnya.

    Tim DVI belum berhasil mengidentifkaksi sejumlah bagian tubuh korban dengan data keluarga korban. DVI Polri baru memiliki data antemortem dari keluarga 12 korban.

    "Kita konsentrasi tetap ongoing pekerjaan antemortem jalan di Pontianak. Kemudian dari tempat kejadian perkara juga jalan. Mohon doanya semoga (identitas) dapat ditemukan," ujar Hery.

    Baca: Basarnas Kunci Posisi Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-183

    Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
     
    Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
     

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id