Vaksinasi Disebut Membuat Seseorang Memiliki Kekebalan Tubuh

    Ferdian Ananda - 24 November 2020 18:50 WIB
    Vaksinasi Disebut Membuat Seseorang Memiliki Kekebalan Tubuh
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Dokter Spesialis Anak dari Yayasan Orang Tua Peduli, dr. Endah Citraresmi, meminta masyarakat tidak takut untuk vaksinasi. Pada prinsipnya, vaksinasi akan membuat seseorang memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak perlu melalui fase sakit saat diserang virus atau bakteri tertentu. Hal ini berbeda dengan kekebalan alami yang muncul setelah diserang penyakit.

    "Pada kondisi tersebut, perlu ada fase sakit dulu sampai akhirnya sembuh dan kebal," ujar Endah dalam Dialog Produktif bertema Imunisasi Aktif: Mewujudkan Kualitas Hidup yang Lebih Baik yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa, 24 November 2020.

    Endah mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak benar mengenai vaksin dan imunisasi. Vaksin yang beredar telah dipastikan keamanannya. Karena proses produksi vaksin melalui tahapan-tahapan yang sesuai prosedur keamanan, dari prauji klinik pada hewan, dilanjutkan dengan tiga tahap uji klinik pada manusia, hingga akhirnya mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    Saat beredar di masyarakat, BPOM dan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terus memantau vaksin tersebut. Dia mencontohkan laporan KIPI terkait vaksinasi MR fase 1 pada 2018 memperlihatkan sangat sedikit kejadian ikutan pascaimunisasi.

    “Laporan KIPI hanya 255 dari 35 juta dosis vaksin, dan ternyata setelah diperiksa hanya 18 kasus yang berhubungan langsung dengan imunisasi, yang lainnya adalah kebetulan," terang Endah.

    Endah menyebutkan kejadian ikutan yang paling umum terjadi pascaimunisasi adalah reaksi ringan, seperti nyeri dan bengkak di sekitar lokasi penyuntikan. Reaksi ini alamiah dan bisa sembuh dalam waktu singkat.

    Dibandingkan dengan reaksi ringan tersebut, lanjut Endah, manfaat vaksin jauh lebih besar. Menurut dia, angka kematian cenderung menurun setelah ditemukannya vaksin.

    “Misalnya pada kasus pneumonia di Indonesia yang turun karena sudah ditemukan vaksinnya, dan itu adalah penyakit yang paling banyak menimbulkan kematian pada balita," ungkap Endah.

    Baca: Erick Thohir: 16 Persen Masyarakat Tak Mau Divaksin

    Endah menegaskan pemerintah tidak pernah mau mengorbankan warga negaranya. Dia menjelaskan semua negara maju maupun berkembang sudah membuat vaksin yang terjamin keamanannya. Bahkan negara tetap aktif memantau keamanan vaksin untuk melindungi warga negaranya.

    “Vaksin ini sangat penting, tidak hanya untuk anak tapi juga bagi orang dewasa dan lansia. Dengan vaksin kita menjaga agar kita tetap sehat dan produktif, dan untuk anak-anak kita, vaksin berguna agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik," ujar Endah.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id