Wisma Atlet Janji Memperbaiki Fasilitas

    Candra Yuri Nuralam - 20 Mei 2020 13:30 WIB
    Wisma Atlet Janji Memperbaiki Fasilitas
    Wisma Atlet yang kini menjadi rumah sakit darurat. MI/Vicky Gustiawan
    Jakarta: Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet berjanji akan memperbaiki fasilitas penanganan pasien. Perbaikan sistem penanganan sudah berjalan mulai saat ini.

    Perbaikan sistem itu merupakan buntut dari salah seorang kandidat doktor bernama Kunaifi yang mengeluh di media sosial saat menjalani karantina di Wisma Atlet. Kunaifi mengeluhkan persoalan jaga jarak yang tak dilakukan dan banyaknya antrean di sana. Wisma Atlet bahkan disebut tak menjalani protokol kesehatan secara benar.

    "Alhamdulillah, untuk kondisi sekarang sudah banyak perbaikan. Namun tetap kami berterimakasih atas masukan seperti ini yang yang sangat bermanfaat bagi kami, untuk bisa terus menyempurnakan apa yang telah sama-sama kita lakukan," kata Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) RS Darurat Wisma Atlet Brigjen TNI M Saleh di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.

    Saleh mengatakan Kunaifi menjalani karantina di Wisma Atlet bersama keluarganya saat gelombang pertama. Kunaifi ditempatkan di Tower 9 Wisma Atlet Pademangan.

    "Kami perlu menjelaskan bahwa Tower 9 atau Blok C2 ini adalah wisma karantina untuk repatriasi, jadi bukan termasuk RS Darurat Wisma Atlet," ujar Saleh.

    Baca: Jokowi Ingin Indonesia Buat Alat Penanganan Covid-19

    Saleh mengatakan Tower 9 Wisma Atlet kondisinya baru dibuka. Dia menilai wajar jika kesiapannya belum 100 persen.

    "Memang kesiapannya belum maksimal dimana gedung dan fasilitasnya belum siap 100 persen, petugas dari TNI, dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) maupun dari instansi terkait pun masih sangat terbatas," ujar Saleh.

    Tower itu baru disiapkan dua hari sebelum rombongan Kunaifi didatangkan. Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang masuk pada gelombang pertama ternyata jauh dari kesiapan gedung.

    "Pada saat itu jumlah WNI repatriasi yang masuk jumlahnya sangat banyak, bahkan pada satu hari itu saja yang masuk mencapai lebih dari 1.000 orang," ucap Saleh.

    Perbaikan pelayanan terus dilakukan sampai saat ini. Penyempurnaan fasilitas pun sudah mulai dipenuhi untuk menunjang perbaikan sistem dan manajemen.

    "Kondisi sekarang sudah jauh berbeda. Sejak diterima saat pendaftaran, saat pemeriksaan, menjalani masa karantina sampai sembuh dan dinyatakan bisa meninggalkan Wisma Atlet, sudah dapat berjalan dengan baik," kata Saleh.

    Meski perbaikan pelayanan sudah dilakukan, para WNI yang menjalani karantina di sana harus sadar diri. Jika memang belum ada tanda anjuran, para WNI diminta terus menjalankan protokol kesehatan.

    "Saya mengimbau walaupun tanpa ada tulisan atau pengawasan petugas, siapapun sadar untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjaga kebersihan," ucap Saleh.

    Tower 9 Wisma Atlet ini memang menjadi salah satu tempat yang disiapkan pemerintah untuk menampung para WNI repatriasi yang baru kembali dari luar negeri baik dari Anak Buah Kapal (ABK), Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan juga mahasiswa yang terus berdatangan dari bandara Soekarno Hatta. Belum sampai seminggu dioperasionalkan, saat ini setidaknya terdapat sebanyak 2.158 warga yang sudah masuk dan sedang menjalani karantina di Tower 9 Wisma Atlet.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id