Syekh Ali Jabar, Ulama asal Madinah yang menjadi WNI dan Korban Penusukan

    Patrick Pinaria - 14 Januari 2021 12:12 WIB
    Syekh Ali Jabar, Ulama asal Madinah yang menjadi WNI dan Korban Penusukan
    Syekh Ali Jaber (Foto: Ant)
    Jakarta: Pendakwah asal Indonesia Syaikh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber meninggal dunia. Pria yang juga akrab disapa Syekh Ali Jaber tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada usia 44 tahun.

    Belum diketahui penyebab Syekh Ali Jaber meninggal dunia. Namun, pihak yayasan Syekh Ali Jaber memastikan sang ulama wafat bukan karena virus korona yang sempat diidapnya pada Desember 2020.

    Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Yayasan Syekh Ali Jaber melalui akun Instagram milik mereka pada Kamis 14 Januari. 

    "Telah wafat guru kita, Syekh Ali Jaber  (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber) di RS Yarsi hari ini, 14 Januari 2020, 1 Jumadil Akhir 1442 H, jam 08.30 WIB dalam keadaan negatif covid," demikian pernyataan akun Instagram milik yayasan Syekh Ali Jaber.

    Kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia menjadi duka yang mendalam bagi Tanah Air. Terutama untuk umat muslim di Indonesia. Mengingat, ia merupakan salah satu ulama yang dikenal dengan dakwahnya yang menyejukkan.

    Syekh Ali Jaber butuh perjalanan panjang untuk bisa menjadi ulama. Pria berkelahiran Madinah tersebut sudah menekuni membaca Alquran sejak kecil. Bahkan, ia sudah menghafal 30 juz Al-Quran ketika masih berusia 11 tahun. 

    Selang dua tahun, Syekh Ali Jaber mendapat amanah untuk menjadi imam di salah satu masjid di Kota Madinah. Amanah itu pun dipegang teguh Syekh Ali Jaber. 

    Guna memenuhi amanah itu, Syekh Ali Jaber menempuh pendidikan formal di Madinah. Dimulai dari madrasah ibtidaiyah (dasar) sampai ke kelas menengah atas, Aliyah.

    Setelah itu, Syekh Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran. Ia pun berguru dengan sejumlah ulama ternama di Arab Saudi guna mendalami pemahamannya tentang Alquran.

    Tahun 2008 menjadi awal perjalanan Syekh Ali Jaber untuk menjadi ulama. Menariknya, ia mencoba untuk memulai perjalanannya di Indonesia. 

    Pada tahun itu, ia menjadi guru Alquran di Masjid Agung Al-Muttaqin, Cakranegara, Lombok. Di sanalah, Syekh Ali Jaber bertemu dengan jodohnya, Ummi Nadia. Wanita yang akhirnya ia nikahi.

    Kemudian, Syekh Ali Jaber memutuskan pindah ke Jakarta. Di sana, ia menjadi imam di Masjid Sunda Kelapa, Menteng dan namanya semakin dikenal masyarakat Indonesia. Terutama setelah ia pernah menjadi juri dan menjadi da'i dalam berbagai dalam berbagai kajian di berbagai televisi nasional.

    Hingga akhirnya, Syekh Ali Jaber diterima masyarakat Indonesia karena dakwahnya menyejukkan. Bahkan, ia mendapat kesempatan menjadi Warga Negara Indonesia pada 2012.

    Pernah ditusuk 


    Peristiwa tak mengenakkan juga pernah dialami Syekh Ali Jaber di Indonesia. Tepatnya pada 13 September 2020. Saat itu, ia menjadi korban penusukan ketika berceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung.

    Beruntung, tidak ada luka fatal yang dialami Syekh Ali Jaber. Ia berhasil menghindari tusukan dari sosok yang bernama Alfin Adrian itu dan mengalami luka di lengan kanan.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id