Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira Meninggal

    Kautsar Widya Prabowo - 23 Oktober 2019 15:58 WIB
    Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira Meninggal
    Penghormatan terhadap Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
    Jakarta: Umat Buddha Indonesia berduka atas kepergian salah satu pemuka agama terbaik, Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira. Dia menghadap ke Pencipta di usia 60 tahun. 

    Semasa hidupnya, Koordinator Dewan Sangha Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) itu kerap menyebarkan nilai-nilai keberagaman kepada masyarakat. Ajaran tersebut ia semai di dalam dan luar negeri.

    "Umat Buddha sangat kehilangan seorang contoh teladan, sehingga pengabdian dan karya baktinya dapat dikenang oleh umat Buddha khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya," kata pengurus Dewan Sangha Walubi kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Dewan Sangha Walubi berharap umat dapat melanjutkan cita-cita mendiang agar Indonesia dapat menjadi negara yang kuat, besar, maju dan berjaya. Ke depan Bhiksu Tadisa dipercaya akan terlahir kembali pada alam Sukhavati, tingkatan surga tertinggi. 

    "Terus berjuang sampai tercapainya pencerahan sempurna menjadi Buddha di nirwana di mana semua makhluk dan manusia berasal," ungkap Dewan Sangha Walubi. 

    Kontribusi Bhiksu Tadisa pada agama dan umat Buddha dianggap tidak dapat dinilai. Pasalnya, dia aktif dalam berbagai organisasi keagamaan Buddha di dalam dan luar negri.

    Bhiksu Tadisa sempat menduduki beragam posisi. Dia menjadi anggota Executive Committee of World Buddhist Sangha Council; ketua umum Majelis Mahayana Buddhis Indonesia (Mahabudhi); ketua Wihara Maha Giri Buddha Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; presiden Australia Mahayana Buddhist Society Inc; presiden New Zealand Mahayana Buddhist Society Inc; koordinator Dewan Kehormatan Walubi; ketua Wihara Kuan Yin Monastery Inc Western-Australia; dan ketua Wihara Bodhi Dharma Loka, Jakarta. 

    Jenazah Bhiksu Tadisa disemayamkan di Hall C2 JIExpo Kemayoran, Jakarta, sejak Jumat, 18 Oktober 2019. Sejumlah umat Buddha silih berganti hadir untuk mendoakan serta memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu tokoh agama yang sangat dihormati tersebut.

    Hari ini, prosesi malam kembang digelar. Jenazah akan dikremasikan di Krematorium Grand Heaven, Pluit, Kamis 24 Oktober 2019.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id