Identitas Buruh Serabutan Dicatut Jadi Pemilik Lamborghini

    Antara - 26 Desember 2019 09:38 WIB
    Identitas Buruh Serabutan Dicatut Jadi Pemilik Lamborghini
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Tersangka aksi koboi, AM, diduga menghindari pembayaran pajak mobil mewah. Pasalnya, mobil Lamborghini AM tak didaftarkan dengan namanya.

    "Setelah kita periksa dokumen kepemilikan atas namanya itu ternyata pemiliknya buruh kasar, pekerja serabutan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Komisaris Polisi (Kompol) Andi Sinjaya Ghalib di Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.

    Surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) Lamborghini mencantumkan AR. warga Jalan Cipulir I, Pasangrahan, Jaksel, sebagai pemilik. Polisi pun sempat memeriksa AR dan data dirinya yang dicatut.

    AR, kata dia, pernah meminjam Rp700 ribu kepada temannya Y di 2013. Uang itu diperlukan untuk pengobatan anaknya. Y menyanggupi permintaan itu dengan syarat AR meminjamkan kartu tanda penduduk (KTP) miliknya. 

    AR sempat menanyakan kepada Y alasan meminjam KTP. Y menyebut KTP itu dibutuhkan untuk mendapatkan uang. Sejak saat itu, AR tidak pernah lagi bertemu Y yang tidak diketahui alamat rumah maupun nomor teleponnya. 

    Pada Juli 2019, AR pernah menerima pemberitahuan pembayaran pajak. Dia disebut belum melunasi pajak Lamborghini oranye berpelat nomor B 27 AYR keluaran 2013. 

    "Karena AR merasa tidak pernah memiliki kendaraan tersebut dia tak menghiraukan surat tagihan pajak tersebut," ucap Andi.
       
    Andi bakal berkoordinasi dengan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) untuk membahas masalah ini. Dia ingin mengetahui pajak progresif yang belum dibayarkan AM selaku pemilik asli.  

    "Kita cek dulu, misalnya berapa dia punya supercar, ada berapa, dan berapa pajaknya," tutur Andi.

    AM menodongkan dan menembakkan senjata api ke arah dua pelajar SMA di Kemang, Jaksel, Sabtu, 21 Desember 2019. Peristiwa itu bermula ketika pelaku yang mengemudikan supercar pabrikan Italia itu berpapasan dengan korban.

    Pelaku merasa diejak oleh kedua bocah. Dia naik pitam hingga mengeluarkan makian kasar kepada korban. Dari mobil bernomor polisi B 27 AYR itu, AM kemudian meletuskan tembakan peringatan agar korban tak kabur.

    Pada Minggu, 22 Desember 2019, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jaksel. Setelah penyelidikan, AM ditangkap pada Senin, 23 Desember 2019, malam.
     
    Polisi menyita barang bukti berupa senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan sembilan peluru aktif. Kartu keanggotaan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), surat kendaraan, serta kartu izin menggunakan senjata juga dirampas.
     
    Saat ini, AM ditahan di Rutan Polres Jaksel. Dia dijerat Pasal 335 dan 336 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id